Menu

Dark Mode
BPKH Dorong Penguatan Riset Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi OJK Gandeng LPS dan BPS Perkuat Validitas SNLIK 2026 Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras bagi Jemaah Haji Kebijakan Fiskal Didorong untuk Revitalisasi Galangan Kapal Kemendes dan Kemenpar Kolaborasi Majukan Desa Wisata Gubernur Khofifah Dorong Tata Kelola RSUD Profesional dan Akuntabel Usai Raih Penghargaan WBBM PANRB

Politik & Pemerintahan

Gubernur Khofifah Optimistis Sinergi KPID Jatim dan Pemda Perkuat Penyiaran Publik Jelang Piala Dunia 2026

badge-check


Gubernur Khofifah Optimistis Sinergi KPID Jatim dan Pemda Perkuat Penyiaran Publik Jelang Piala Dunia 2026 Perbesar

SURABAYA, 28 JANUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Timur memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan lembaga penyiaran dan pemerintah daerah untuk menyukseskan Kick Off Penyiaran Piala Dunia 2026 yang dimulai pada 1 Februari mendatang.

Ajakan itu disampaikan saat menerima jajaran KPID Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/1).

Gubernur Khofifah menilai perhelatan Piala Dunia 2026 menjadi momentum bersejarah karena hak siarnya di Indonesia dipercayakan kepada media milik pemerintah. Kondisi tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal agar masyarakat dapat menikmati pertandingan secara legal, berkualitas, dan merata hingga ke daerah. Lebih dari itu produk UMKM kita harapkan terdongkrak omsetnya.

“Pesan saya sinergi, sinergi, sinergi, utamanya di kabupaten/kota. Apa yang bisa kita sampaikan saat ini adalah penguatan jelang Kick Off Piala Dunia 2026 pada 1 Februari besok,” ujar Khofifah.

Ia menegaskan, KPID Jatim memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemegang hak siar, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Peran tersebut diperlukan untuk mengantisipasi potensi kendala teknis maupun regulasi, khususnya terkait penayangan di ruang publik.

“Sinergi ini diharapkan dapat meminimalisir kendala teknis maupun regulasi terkait penayangan di ruang publik, sehingga masyarakat dapat merasakan kemeriahan turnamen,” jelasnya.

Khofifah juga berharap ajang Piala Dunia 2026 dapat menjadi panggung bagi lembaga penyiaran untuk menunjukkan profesionalisme dalam menghadirkan tayangan yang informatif, menghibur, sekaligus edukatif. Ia optimistis kolaborasi antara Pemprov Jatim, KPID Jatim, TVRI, serta pemerintah daerah akan membuat pelaksanaan penyiaran berjalan kondusif.

“Semangat gotong royong antarlembaga ini menjadi kunci utama agar Jawa Timur tetap menjadi barometer nasional dalam penyelenggaraan penyiaran publik yang tertib, edukatif, dan penuh kegembiraan bagi seluruh pecinta sepak bola di tanah air,” ungkapnya.

Selain itu, Gubernur Khofifah juga mendorong KPID Jatim untuk memperkuat sinergi program dengan KPID di provinsi lain. Menurutnya, kolaborasi lintas wilayah akan memperkuat fungsi pengawasan dan literasi penyiaran di tengah derasnya arus informasi digital.

“Langkah strategis ini diharapkan dapat meminimalisir dampak negatif informasi hoaks serta memperkuat peran media konvensional sebagai referensi utama berita yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.

Ketua KPID Jatim, Royin Fauziana, menyatakan kesiapan KPID Jatim untuk mempublikasikan dan mensukseskan kick off Piala Dunia 2026.

“Alhamdulillah terima kasih kepada Gubernur Khofifah menerima kunjungan dan menerima laporan kinerja KPID Jatim 2025. Kami siap melakukan secara masif mempublikasikan dan mensukseskan kick off Piala Dunia 2026,” kata Royin.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua KPID Jawa Timur Royin Fauziana, Wakil Ketua KPID Jawa Timur Khoirul Huda, serta jajaran anggota KPID Jawa Timur.

 

Baca Lainnya

Presiden dan Apindo Bahas Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

11 February 2026 - 06:32 WIB

Gubernur Khofifah: Ketahanan Pangan Bukan Isu Sederhana, Integrasi Matra TNI Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

10 February 2026 - 10:41 WIB

Presiden Dorong Profesionalisme TNI–Polri di Rapim 2026

10 February 2026 - 03:26 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan