Jakarta, Petik – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong Indonesia untuk menjadi salah satu pusat kajian Al-Qur’an di tingkat global. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai rujukan internasional dalam pengembangan studi Al-Qur’an.
Menurut Nasaruddin, cara memahami Al-Qur’an yang berkembang di Indonesia dikenal memiliki pendekatan yang moderat dan penuh harmoni. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk diperkenalkan kepada masyarakat dunia sebagai kontribusi Indonesia dalam perkembangan peradaban Islam.
Hal tersebut disampaikan Nasaruddin saat menghadiri kegiatan yang membahas laporan serta rencana kerja lembaga kajian Al-Qur’an di Jakarta. Dalam forum itu, ia menekankan pentingnya memperkuat lembaga kajian sekaligus menyiapkan kader-kader mufasir agar kajian Al-Qur’an terus berkembang di masa depan.
Ia juga menegaskan bahwa pusat studi Al-Qur’an tidak harus selalu berada di kawasan Timur Tengah. Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan belajar bagi pelajar internasional yang ingin memperdalam ilmu Al-Qur’an.
Nasaruddin berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga pendidikan, untuk memperkuat program pengembangan studi Al-Qur’an di Indonesia.
Dengan potensi yang dimiliki, Indonesia diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam menyebarkan nilai-nilai Al-Qur’an yang mengajarkan kedamaian, harmoni, serta kemajuan peradaban.