Menu

Dark Mode
Ibu Yuliati Kukuhkan Kepengurusan Dekranasda Jombang Periode 2025–2030 Hari Radio Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Soroti Peran AI dan Integritas Penyiaran Gubernur Khofifah Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Swedia di Sektor Transportasi dan Energi BAZNAS Jombang Ikut Semarakkan Tradisi Grebek Apem Lapangan Kerja dan Keberlanjutan Jadi Fokus Ekonomi Hijau Anak di Ruang Siber Perlu Dukungan Generasi Muda

Ekonomi & Bisnis

Mentan Serap 15 Ton Cabai Petani Aceh lewat Hercules, Jaga Harga dan Pasokan Jelang Nataru

badge-check


Mentan Serap 15 Ton Cabai Petani Aceh lewat Hercules, Jaga Harga dan Pasokan Jelang Nataru Perbesar

Jakarta – Menteri Pertanian yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, bergerak cepat melakukan intervensi pasar dengan menyerap langsung hasil panen cabai petani di Aceh. Sebanyak 15 ton cabai dibeli secara tunai dan diangkut menggunakan pesawat Hercules sebagai langkah taktis pemerintah untuk menyelamatkan petani yang terdampak bencana sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai nasional.

Langkah ini dilakukan menyusul laporan dari pemerintah daerah di Aceh yang menyebutkan melimpahnya produksi cabai pascabencana, namun terkendala distribusi dan pemasaran. Menanggapi hal tersebut, Mentan Amran langsung menginstruksikan jajaran terkait untuk menyerap hasil panen petani tanpa penawaran harga yang merugikan.

“Kami dihubungi Bupati Aceh Tengah dan satu lagi Bener Meriah, bahwa ada banyak cabai. Stoknya ada. Oleh karena itu, saya perintahkan langsung beli dengan harga menguntungkan, jangan ditawar karena mereka (petani) sedang terkena musibah,” ujar Mentan/Kepala Bapanas Amran saat meninjau langsung kedatangan sekitar 40 ton cabai di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta pada Rabu (17/12/2025).

Dalam keterangan yang diterima, Amran mengatakan bahwa distribusi cabai dari Aceh ke Jakarta memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas harga secara nasional, terutama menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang biasanya diiringi dengan peningkatan permintaan bahan pangan.

“Barometer harga ada di Jakarta. Cabai ini datang dari timur, datang dari barat, dan ini dari barat, dari Aceh. Pemerintah ingin semua tersenyum—petani untung, pedagang untung, dan konsumen juga tersenyum. Jangan sampai harga di tingkat petani rendah, tapi di ujung bisa melonjak sampai Rp90 ribu per kilogram,” tegasnya.

Upaya intervensi pemerintah ini juga mendapat respons positif dari pelaku pasar. Salah seorang pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Nur Kholis, menyampaikan bahwa harga cabai saat ini relatif stabil dan pasokan terjaga, meskipun permintaan pada masa Nataru 2025/2026 melonjak.

“Sekarang musim panen mulai dari Jawa Barat. Di Jawa Tengah memang agak berkurang, tapi Jawa Timur lagi panen. Untuk cabai rawit merah dan cabai merah keriting, dua komoditas ini sangat aman sekali, Pak Menteri,” ungkap Nur Kholis.

Berdasarkan Panel Harga Pangan Bapanas per 17 Desember 2025, harga rata-rata nasional cabai rawit merah tercatat sebesar Rp71.674 per kilogram, turun 2,11 persen dibandingkan hari sebelumnya dan turun 1,28 persen dibandingkan rata-rata harga minggu lalu. Sementara itu, harga cabai merah keriting tercatat Rp61.978 per kilogram, mengalami penurunan 2,01 persen secara harian dan 2,52 persen dibandingkan pekan lalu.

Meski menunjukkan tren penurunan, Bapanas tetap melakukan pemantauan intensif karena harga kedua komoditas tersebut masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen. Untuk cabai merah keriting, HAP ditetapkan pada kisaran Rp37.000–Rp55.000 per kilogram, sementara cabai rawit merah berada pada rentang Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

Pemerintah memastikan langkah intervensi pasar akan terus dilakukan secara terukur guna menjaga keseimbangan antara kepentingan petani, pedagang, dan konsumen, serta memastikan ketersediaan pangan strategis nasional tetap aman.

Baca Lainnya

Ekspor Gula Aren Pacitan Perkuat Ekonomi Desa

13 February 2026 - 03:50 WIB

Serapan Beras Naik Signifikan, Stok Nasional Semakin Aman

13 February 2026 - 03:13 WIB

ATR/BPN Perkuat Koordinasi untuk Percepat Penanganan Aduan

13 February 2026 - 02:48 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis