Menu

Dark Mode
Kepala Biro Adpim Jatim Dorong Sinergi Humas, Media, dan Komunitas Hadapi Tantangan Era Digital Gubernur Khofifah Luncurkan GPIPS 2026 di Sidoarjo, Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan Nasional Gubernur Khofifah Bangga Jatim Jadi Provinsi Peraih Medali Terbanyak di SIMT Puspresnas 2026 Gubernur Khofifah Paparkan Capaian Jatim, Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Pulau Jawa Panduan dan Bahan Ajar Antikorupsi Diluncurkan untuk Dukung Pendidikan Berkarakter di Indonesia Regulasi Baru Jabatan Fungsional Pranata Humas Diharapkan Tingkatkan Kinerja Komunikasi Pemerintah

Sosial & Budaya

Pokja BSAN Hadir Perkuat Lingkungan Sekolah Aman dan Inklusif

badge-check


Pokja BSAN Hadir Perkuat Lingkungan Sekolah Aman dan Inklusif Perbesar

Jakarta – Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BSAN) didorong menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

Pembentukan Pokja BSAN merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang bertujuan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan bahwa pendekatan penanganan kekerasan di satuan pendidikan kini diarahkan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga promotif dan preventif. Sekolah diharapkan mampu membangun budaya yang mendukung kesejahteraan fisik, psikologis, dan sosial seluruh warga pendidikan.

Pokja BSAN memiliki peran penting dalam mengoordinasikan langkah pencegahan, edukasi, hingga penguatan karakter peserta didik agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan kondusif. Selain melibatkan pihak sekolah, upaya tersebut juga membutuhkan partisipasi orang tua, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Regulasi terbaru tersebut sekaligus menggantikan aturan sebelumnya terkait Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) dan Satgas PPKS. Pemerintah menilai pendekatan budaya sekolah aman dan nyaman perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan agar mampu mencegah terjadinya perundungan maupun tindak kekerasan sejak dini.

Kemendikdasmen berharap keberadaan Pokja BSAN dapat memperkuat sinergi seluruh elemen pendidikan dalam menciptakan sekolah sebagai ruang belajar yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik secara optimal.

Baca Lainnya

Kepala Biro Adpim Jatim Dorong Sinergi Humas, Media, dan Komunitas Hadapi Tantangan Era Digital

13 May 2026 - 14:19 WIB

Gubernur Khofifah Bangga Jatim Jadi Provinsi Peraih Medali Terbanyak di SIMT Puspresnas 2026

13 May 2026 - 10:21 WIB

Panduan dan Bahan Ajar Antikorupsi Diluncurkan untuk Dukung Pendidikan Berkarakter di Indonesia

13 May 2026 - 01:16 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya