Menu

Dark Mode
Inovasi E-Asesmen Berbasis STEAM Dorong Penguatan Multiliterasi Siswa di SMPN Ngusikan Jombang Buka Rakerprov KONI Jatim, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Pembinaan, Sport Science, Tata Kelola dan Jejaring Olahraga Rakor Dewan Pakar PP IKA UNAIR Hasilkan Gagasan Strategis dan Inovatif, Gubernur Khofifah Optimistis Perkuat Peran Alumni bagi Bangsa Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Detail Plan dan Macro Policy dalam Penguatan Tata Kelola Pemerintahan Pendapatan Daerah Tembus Rp29,88 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pengelolaan Keuangan Jatim Tetap Akuntabel dan Transparan Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

Ekonomi & Bisnis

Miliki Dua Fungsi, Petani Gorontalo Tanam Durian dan Kakao

badge-check


Miliki Dua Fungsi, Petani Gorontalo Tanam Durian dan Kakao Perbesar

Kabupaten Gorontalo – Dua jenis tanaman tahunan yakni durian montong dan kakao mulai ditanam di lahan percontohan (demplot) Desa Bontula, Kecamatan Asparaga , Kabupaten Gorontalo.

Penanaman dua tanaman tahunan itu  memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga memiliki daya untuk konservasi lingkungan.

Demplot seluas 1 ha ini akan menjadi percontohan para petani dalam pengelolaan hutan kemasyarakatan (HKm) di bentang alam Taman Hutan Raya (Tahura) BJ Habibie.

Petani sangat antusias, tidak peduli teriknya matahari saat mereka juga menjalankan ibadah puasa Ramadan.

“Lumayan panasnya hari ini, jalan kaki dari kuala (sungai) ke persemaian bolak balik. Sungguh puasa yang sangat menantang,” kata staf lapangan Agraria Institute, Ikraeni Safitri, yang mendampingi kegiatan petani di Bontula , Sabtu (5/4/2025).

Agraria Institute adalah lembaga lokal yang mendorong peningkatan kesejahteraan petani di bentang alam Tahura BJ Habibie dengan menerapkan pertanian yang berkelanjutan.

Para petani yang tergabung Dalam Kelompok Tani Hutan (KTH) Sri Rejeki telah lama mendapat surat keputusan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengelola lahan HKm ini.

“Selama ini banyak petani menanam jagung, termasuk di daerah yang berkelerengan,” kata Irawan Hunowu, salah seorang petani Desa Bontula.

Lahan yang digunakan sebagai demplot tanaman buah-buahan ini milik Podu (kepala dusun) Une. Di lahan ini untuk tahap pertama ini ditanam 60 tanaman tahunan, yang terdiri dari 30 kakao dan 30 durian montong.

Meskipun tidak seluruhnya landai, para petani mampu menanami dengan jarak tertentu. Mereka bersemangat karena bibit yang ditanam adalah jenis yang cepat berbuah.

Tanaman tahunan itu diharapkan akan mampu mengurangi erosi angin dan air, menjaga ketersediaan air dan menyimpannya lebih lama di dalam tanah, menjadi habitat berkelanjutan bagi satwa liar, meningkatkan keanekaragaman hayati, meningkatkan perolehan air, Nitrogen, dan Pospor yang tersedia melalui perubahan kondisi pertumbuhan tahunan.

“Yang utama adalah buahnya memiliki nilai ekonomi, harga jualnya relativ tinggi sehingga dapat secara signifikan meningkatkan pendapaatn petani. Petani sejahtera dan lingkungan terjaga,” ujar Ikraeni.

Perjuangan keras para petani yang didampingi Agraria Institute untuk mewujudkan lahan tanaman tahunan percontohan mendapat apresiasi dari Global Environment Facility Small Grants Programme (GEF SGP) Indonesia. Lembaga ini merupakan program pendanaan lingkungan yang didukung oleh GEF yang dilaksanakan oleh UNDP mewakili lembaga-lembaga pelaksana GEF lainnya, misalnya Bank Dunia dan UNEP. (mcgorontaloprov)

Baca Lainnya

Jawa Timur Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Tanam Tebu Serentak di Tujuh Kabupaten

18 June 2026 - 08:17 WIB

Resmikan Al-Akbar FishTech, Gubernur Khofifah Ajak Masjid di Indonesia Kembangkan Ketahanan Pangan Berbasis Teknologi dan Kemakmuran Umat

18 June 2026 - 01:26 WIB

Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah

15 June 2026 - 05:51 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis