Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Sebut Ziarah Bersama Kapolri Jadi Momentum Menguatkan Semangat Nasionalisme, Toleransi, dan Persaudaraan Bangsa Gubernur Khofifah: Keluarga yang Tangguh Akan Melahirkan Generasi Berkarakter dan Menjadi Penopang Peradaban Bangsa

Sosial & Budaya

Nguri-uri Sejarah Bung Karno, Pemdes Losari Jombang Gelar Napak Tilas

badge-check


Nguri-uri Sejarah Bung Karno, Pemdes Losari Jombang Gelar Napak Tilas Perbesar

Jombang — Pemerintah Desa (Pemdes) Losari, Kecamatan Ploso, terus memperkuat upaya pelestarian jejak sejarah Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno atau Bung Karno, di wilayah Ploso. Terbaru, Pemdes Losari berkolaborasi dengan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Jombang serta sejumlah komunitas pegiat sejarah menggelar drama teatrikal kedatangan Raden Soekemi Sosrodihardjo ke Ploso, sekaligus peluncuran buku tentang Bung Karno.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Forkopimcam Ploso dan Pemerintah Desa Rejoagung. Drama sketsa menggambarkan kedatangan Raden Soekemi—ayah Bung Karno—sebagai Mantri Guru Sekolah Ongko Loro, yang diperagakan mulai dari Stasiun Ploso hingga Rumah Kelahiran Soekarno di Gang Buntu, Dusun Rejoagung.

Kepala Desa Losari, Sutrisno, menyebut puing bangunan Sekolah Ongko Loro di Gang Tio, Dusun Losari Krajan, diyakini sebagai lokasi tempat Raden Soekemi mengajar. “Bangunan itu menjadi salah satu bukti penting yang menguatkan keberadaan Raden Soekemi di Ploso,” ujarnya.

Setibanya di lokasi akhir, acara dilanjutkan dengan tumpengan dan diskusi sejarah yang dihadiri pemerhati sejarah dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar meluruskan sejarah terkait tempat kelahiran Bung Karno.

Sebelumnya, pada Rabu (17/12), sejumlah dokumen sejarah telah diserahkan kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bagian dari kajian akademik untuk memperoleh gambaran utuh tentang sejarah kelahiran Proklamator RI tersebut.

Sutrisno menegaskan, Pemdes Losari akan terus aktif terlibat dalam pelestarian situs dan bukti sejarah. Jika sebelumnya kegiatan hanya sebatas upacara dan kerja bakti, kini upaya pelestarian dilakukan melalui sinergi lintas pihak dengan beragam agenda budaya dan edukatif.

“Harapannya ke depan ada langkah konkret agar bukti sejarah Bung Karno di kawasan Kecamatan Ploso dapat ditetapkan sebagai cagar budaya nasional,” pungkasnya.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Launching Kakak Tangguh, Wujudkan Gerakan Satu Keluarga Satu Sarjana Berkualitas di Jawa Timur

22 June 2026 - 06:56 WIB

Raih Peringkat Pertama Nasional di Semua Kategori SCImago 2026, RSUD Dr. Soetomo Jadi Kebanggaan Jawa Timur dan Indonesia

22 June 2026 - 02:56 WIB

Gubernur Khofifah: Perempuan Tarekat Adalah Ujung Tombak Penguatan Spiritual, Pendidikan Karakter, dan Solusi Problematika Sosial

21 June 2026 - 12:32 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya