Jakarta, Petik – Pemerintah terus mendorong pengembangan Sistem Integrasi Kelapa Sawit dan Sapi (SISKA) sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produksi protein hewani nasional. Program ini dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan perkebunan kelapa sawit sekaligus mendukung pengembangan peternakan sapi secara berkelanjutan.
Melalui konsep integrasi tersebut, usaha perkebunan dan peternakan dapat saling mendukung. Limbah dan hasil samping perkebunan sawit dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sementara keberadaan ternak membantu meningkatkan produktivitas lahan melalui pemanfaatan kotoran sebagai pupuk organik. Pola ini tidak hanya meningkatkan efisiensi usaha, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat sekitar.
Pemerintah menilai pengembangan SISKA memiliki peran penting dalam memperkuat ketersediaan daging sapi sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, program ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dan meningkatkan kesejahteraan peternak melalui pengelolaan usaha yang lebih produktif dan terintegrasi.
Implementasi SISKA juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong pembangunan sektor peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan potensi lahan perkebunan yang luas, program ini dapat menjadi solusi untuk meningkatkan populasi ternak sapi sekaligus memperluas produksi protein hewani nasional guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, pelaku usaha perkebunan, dan peternak agar pengembangan SISKA dapat berjalan lebih optimal. Melalui sinergi tersebut, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan berbasis peternakan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dalam jangka panjang.
Sumber : InfoPublik.id



















