Bekasi, Petik — Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 resmi dimulai dengan melibatkan lebih dari 10 ribu peserta pada tahap pertama, sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Pelatihan dilaksanakan secara serentak di berbagai Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia. Peserta yang mengikuti program ini merupakan lulusan SMA dan SMK yang telah lolos seleksi ketat, sehingga dinilai siap mengikuti pelatihan berbasis kompetensi.
Pemerintah menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi salah satu prioritas nasional untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang. Dalam program ini, peserta dibekali keterampilan teknis dan nonteknis yang sesuai dengan kebutuhan industri, sehingga dapat langsung bekerja atau membuka usaha sendiri.
Konsep link and match antara pelatihan dan industri juga menjadi fokus utama. Hal ini bertujuan agar kompetensi yang diperoleh peserta benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, sehingga peluang penyerapan tenaga kerja semakin besar.
Minat masyarakat terhadap program ini cukup tinggi, terlihat dari puluhan ribu pendaftar yang mengikuti seleksi awal. Dari jumlah tersebut, sekitar 10 ribu peserta terpilih untuk mengikuti batch pertama.
Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau sekitar 70 ribu peserta sepanjang tahun 2026 melalui beberapa tahap pelatihan.
Dengan pelatihan vokasi yang terarah dan terintegrasi, pemerintah optimistis tenaga kerja Indonesia akan semakin kompeten, adaptif, dan mampu bersaing di pasar kerja, baik nasional maupun global.



















