Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Komitmen Sekolah Swasta dan PTS dalam Mendukung Perluasan Akses Pendidikan bagi Masyarakat Jawa Timur Apresiasi Prestasi Mahasiswa Angkatan Pertama, Gubernur Khofifah Dorong Pengembangan Program Baru KCL Singhasari pada 2027 Menkomdigi Ajak Gen Z Waspadai Pengaruh Algoritma dalam Menjaga Kualitas Demokrasi Digital Mentan Sebut 90 Persen Perusahaan Sawit Telah Naikkan Harga TBS untuk Petani Bappenas: Penguatan Industri Halal Jadi Strategi Penting Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global Jawa Timur Sumbang 51 Persen Produksi Gula Nasional, Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Tanam Tebu Serentak di Tujuh Kabupaten

Sosial & Budaya

Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat

badge-check


Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat Perbesar

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terpercaya dalam pengembangan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menyediakan informasi, termasuk untuk menjawab pertanyaan keagamaan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa jika sistem AI tidak dilatih dengan data yang tepat, hasil jawabannya berpotensi bias dan menyesatkan, terutama pada topik‑topik sensitif seperti ajaran agama. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran platform AI keislaman “Aiman & Aisha” di Jakarta, yang dibuat untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang agama secara lebih mudah. Nezar menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengembang yang telah menerapkan mitigasi risiko, seperti pembatasan otomatis agar AI tidak memberikan jawaban pada pertanyaan yang bersifat sensitif atau kritis, dan menyarankan pengguna untuk berkonsultasi langsung dengan ustaz atau ahli ketika diperlukan. 

Selain itu, para tokoh masyarakat mengingatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas jawaban yang diberikan oleh AI, sumber data perlu dilengkapi dengan rujukan kitab‑kitab dan fatwa ulama sehingga informasi yang disampaikan lebih lengkap dan sesuai dengan kaidah keagamaan. Kehadiran teknologi seperti ini dinilai bisa memperkaya khazanah pemahaman agama di masyarakat dengan tetap menjaga keharmonisan serta mencegah kekeliruan informasi. 

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Apresiasi Komitmen Sekolah Swasta dan PTS dalam Mendukung Perluasan Akses Pendidikan bagi Masyarakat Jawa Timur

19 June 2026 - 10:47 WIB

Apresiasi Prestasi Mahasiswa Angkatan Pertama, Gubernur Khofifah Dorong Pengembangan Program Baru KCL Singhasari pada 2027

19 June 2026 - 03:54 WIB

Gubernur Khofifah Ingatkan Bahaya Pinjol, Kecanduan Gadget, dan Krisis Mental pada Anak Muda, Ajak Gereja Perkuat Pendampingan Generasi

17 June 2026 - 04:16 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya