Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah dan Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, Apresiasi Kontribusi Pendidikan Pesantren bagi Bangsa Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih dan Sarana Penampungan, Gubernur Khofifah Perkuat Mitigasi Kekeringan Sholat Istisqa’ Dipimpin Syaikh Muhammad Fadhil Al Jailani, Gubernur Khofifah Mohon Hujan Rahmat untuk Jatim Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau Kekeringan Meluas di Jatim, Gubernur Khofifah Dorong Pencarian Sumber Air Permanen hingga Pembangunan Embung Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM

Sosial & Budaya

Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat

badge-check


Platform AI Agama “Aiman & Aisha” Disambut Baik, Tetap Wajib Pakai Data Akurat Perbesar

Jakarta — Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan pentingnya penggunaan data yang akurat dan terpercaya dalam pengembangan platform kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang menyediakan informasi, termasuk untuk menjawab pertanyaan keagamaan. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menegaskan bahwa jika sistem AI tidak dilatih dengan data yang tepat, hasil jawabannya berpotensi bias dan menyesatkan, terutama pada topik‑topik sensitif seperti ajaran agama. 

Pernyataan tersebut disampaikan saat peluncuran platform AI keislaman “Aiman & Aisha” di Jakarta, yang dibuat untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang agama secara lebih mudah. Nezar menyampaikan apresiasi terhadap upaya pengembang yang telah menerapkan mitigasi risiko, seperti pembatasan otomatis agar AI tidak memberikan jawaban pada pertanyaan yang bersifat sensitif atau kritis, dan menyarankan pengguna untuk berkonsultasi langsung dengan ustaz atau ahli ketika diperlukan. 

Selain itu, para tokoh masyarakat mengingatkan bahwa untuk meningkatkan kualitas jawaban yang diberikan oleh AI, sumber data perlu dilengkapi dengan rujukan kitab‑kitab dan fatwa ulama sehingga informasi yang disampaikan lebih lengkap dan sesuai dengan kaidah keagamaan. Kehadiran teknologi seperti ini dinilai bisa memperkaya khazanah pemahaman agama di masyarakat dengan tetap menjaga keharmonisan serta mencegah kekeliruan informasi. 

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, Apresiasi Kontribusi Pendidikan Pesantren bagi Bangsa

19 September 2026 - 11:41 WIB

Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih dan Sarana Penampungan, Gubernur Khofifah Perkuat Mitigasi Kekeringan

19 September 2026 - 07:26 WIB

Sholat Istisqa’ Dipimpin Syaikh Muhammad Fadhil Al Jailani, Gubernur Khofifah Mohon Hujan Rahmat untuk Jatim

19 September 2026 - 02:16 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya