Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar Menko Pangan Soroti Peran Energi dalam Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Peran Industri Lokal di Sektor Semikonduktor Momentum Koreksi IHSG untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Pendidikan

Program Rumah untuk Guru Indonesia Disambut Antusias Pendidik

badge-check


Program Rumah untuk Guru Indonesia Disambut Antusias Pendidik Perbesar

Jakarta – Para guru menyambut baik dan memberikan apresiasi tinggi atas perhatian pemerintah melalui Program Rumah untuk Guru Indonesia. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik.

Dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan serah terima kunci yang berlangsung di Perumahan Pesona Kahuripan 11, Cileungsi, Kabupaten Bogor, penghargaan bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Radia Nurjanah, guru TK Islam Nurul Yaqin, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah. Radia, yang sudah mengabdi sebagai guru selama 21 tahun, merasa sangat bahagia akhirnya bisa memiliki rumah sendiri setelah sekian lama mengharapkan fasilitas tersebut.

“Saya sebelumnya tidak punya rumah dan Alhamdulillah Pemerintah telah memfasilitasi guru-guru untuk memiliki rumah. Harapan saya, semoga Pemerintah terus memperhatikan kesejahteraan guru-guru, terutama mereka yang belum memiliki hunian yang layak,” ujar Radia, dalam keterangan tertulis yang diterima InfoPublik, Jumat (28/3/2025).

Apresiasi yang sama juga disampaikan oleh Tatang Riyanto, guru SMAN 1 Cileungsi. Bagi Tatang, program ini tidak hanya memberikan kemudahan dalam memiliki rumah, tetapi juga memotivasi dirinya untuk terus mengajar dengan semangat.

“Rumah yang saya ambil di sini jaraknya dekat dengan tempat saya mengajar. Dengan begitu, saya tidak merasa kelelahan menempuh perjalanan jauh, dan dengan kondisi segar, saya bisa lebih bersemangat mengajar anak-anak,” kata Tatang, yang sudah mengajar selama 8 tahun dan merupakan perantau asal Brebes, Jawa Tengah.

Sementara itu, Ika Mustikawati, guru PJOK di SMPN 1 Kramatwatu, juga merasakan manfaat besar dari program ini. Sebelumnya, Ika harus menempuh perjalanan selama 1,5 jam dari rumah ke sekolah. Kini, berkat program Rumah untuk Guru Indonesia, ia bisa tinggal lebih dekat dengan tempat mengajarnya.

“Terkadang melelahkan, namun anak-anak adalah semangat saya untuk datang ke sekolah. Sekarang saya punya rumah yang dekat dengan sekolah. Ini seperti mimpi yang menjadi nyata karena saya bisa lebih banyak waktu mempersiapkan materi pembelajaran dan hadir ke sekolah dalam kondisi bugar,” ujar Ika, penuh rasa syukur.

Program Rumah untuk Guru Indonesia telah memberikan dampak signifikan bagi kesejahteraan guru-guru di berbagai daerah. Melalui program ini, banyak guru yang sebelumnya terpaksa tinggal di kos-kosan atau menempuh perjalanan jauh ke sekolah, kini dapat memiliki rumah sendiri yang lebih dekat dengan tempat mereka mengajar.

Pemerintah berharap, program ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak guru di seluruh Indonesia, sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan melalui kesejahteraan para pendidik.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim

29 January 2026 - 09:47 WIB

Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi

29 January 2026 - 06:49 WIB

TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar

29 January 2026 - 06:32 WIB

Berita Populer di Pendidikan