Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Ketahanan Pangan Bukan Isu Sederhana, Integrasi Matra TNI Jadi Kunci Kedaulatan Nasional Gubernur Khofifah Nilai SMKN 1 Buduran Jadi Role Model Nasional Pendidikan Vokasi Berbasis Industri KONI Pusat Nilai Lari Trail Berpotensi Berprestasi Global Layanan Peserta PBI JKN Tetap Berjalan Selama Tiga Bulan KKN Pertanahan Perkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Agraria Presiden Dorong Profesionalisme TNI–Polri di Rapim 2026

Ekonomi & Bisnis

RDMP Balikpapan Dukung Ketahanan Energi

badge-check


RDMP Balikpapan Dukung Ketahanan Energi Perbesar

Jakarta – Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan, investasi Pertamina dalam proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau Program Pengembangan Kilang Minyak Balikpapan di Kalimantan Timur mendukung ketahanan energi.

Menurut Yuliot, dengan adanya investasi tersebut, akan mendukung visi Pemerintahan Presiden Prabowo dalam hal ketahanan energi dan mendukung ketahanan nasional secara keseluruhan.

“Karena seluruh kegiatan ekonomi tidak mungkin tanpa ketersediaan energi,” ujar Yuliot melalui keterangan resmi, Kamis (20/11/2025).

Kilang Balikpapan akan memiliki kapasitas pengolahan mencapai 360 ribu barel. Kapasitas ini setara dengan 22 – 25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional akan dihasilkan dari kilang Balikpapan.

Peningkatan kapasitas pengolahan ini juga menurut Yuliot akan memberikan dampak besar bagi pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

“Jadi, untuk minyak yang akan diolah dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri. Jadi, kita mengupayakan seluruh minyak yang dihasilkan di dalam negeri akan diolah di dalam negeri. Kalau ada kekurangan kita akan impor,” kata Yuliot.

Peningkatan kapasitas pengolahan sekitar 100 ribu barel per hari, kata Yuliot juga akan mengurangi impor sekitar 10 sampai dengan 15 persen.

Kilang Balikpapan, kata Yuliot, juga memiliki keunggulan dalam mengolah residu. Untuk fasilitas yang dibangun, termasuk pengolahan atas residu-residu yang nilai rendah, akan diolah lebih lanjut menjadi petrokimia.

“Jadi, nanti ada produk yang dihasilkan dari residu tadi, ada propylene, ada ethylene, itu juga dibutuhkan untuk industri dalam negeri. Sebagai bahan baku, industri lanjutan yang menggunakan bahan baku ini. Selama ini untuk propylene dan ethylene, itu juga kita impor. Ini juga cukup besar, ini akan menjadi substitusi impor,” ujarnya.

Yuliot mengatakan, bahwa investasi Pertamina dalam proyek RDMP Balikpapan sangat besar.

“Untuk investasi yang dilakukan di sini, nilainya itu adalah 7,4 miliar dolar AS atau disetarakan dengan rupiah, itu adalah sekitar Rp126 triliun. Ini merupakan investasi yang sangat besar yang dilakukan oleh BUMN pada satu titik kegiatan,” katanya.

Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dikelola PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) melalui anak perusahaannya, PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB), terus bertumbuh.

Proyek itu bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompleksitas kilang Balikpapan agar mampu menghasilkan produk bahan bakar berkualitas tinggi dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman mengatakan sejumlah tahapan penting telah dilalui KPI untuk memastikan proyek ini berjalan dengan baik. Diantaranya pengoperasian awal unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex RDMP Balikpapan, pada 10 November 2025 lalu.

Taufik mengatakan, RFCC merupakan unit utama kilang untuk menghasilkan produk berstandar setara Euro V. RFCC juga akan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.

Pengoperasian unit RFCC pada momen Hari Pahlawan 2025 menjadi simbol komitmen KPI dan Pertamina dalam mewujudkan cita-cita pembangunan yang berdaulat dan berkelanjutan

“Ini merupakan tahapan penting yang telah dilalui KPI dan Pertamina dalam pengoperasian RDMP Balikpapan. RFCC tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas produk, tetapi juga memperbesar nilai tambah dari sumber daya alam dalam negeri,” ujar Taufik.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Tren Ekonomi Jatim Berlanjut di 2026, Didukung Investasi dan PMTB Tumbuh 6,66 Persen

9 February 2026 - 07:48 WIB

OJK Fokus Jaga Stabilitas Industri ITSK dan Aset Digital

8 February 2026 - 23:33 WIB

Menko Pangan Dorong Stabilitas Harga lewat Penyerapan Gabah

8 February 2026 - 23:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis