Jakarta, Petik – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mempercepat pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, sebagai langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kemandirian garam nasional.
Pembangunan kawasan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi garam dalam negeri sehingga kebutuhan nasional dapat dipenuhi dari hasil produksi sendiri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor. Selain itu, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
KKP menilai kehadiran K-SIGN akan menciptakan dampak ekonomi berantai, mulai dari tumbuhnya usaha penunjang, meningkatnya aktivitas logistik, hingga berkembangnya sektor perdagangan di wilayah Rote Ndao dan sekitarnya.
Pemerintah terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan kawasan industri garam berjalan sesuai target. Dukungan infrastruktur dasar, akses distribusi, dan kesiapan lahan menjadi bagian penting dalam percepatan proyek tersebut.
Melalui pengembangan kawasan industri garam modern ini, KKP optimistis Rote Ndao dapat menjadi salah satu pusat produksi garam nasional yang berdaya saing tinggi serta mendukung target swasembada garam nasional.
Selain memperkuat ketahanan industri, pembangunan K-SIGN juga diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat lokal.




















