Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II, Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Pastikan Evakuasi Berjalan Terpadu BI Mengajar 2026 di SMAN Taruna Nala, Khofifah dan Destry Damayanti Dorong Generasi Muda Siap Hadapi Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Siapkan Penguatan Talenta Cyber Security, Siswa Jatim Diproyeksikan Lanjut Studi hingga Internasional Gubernur Khofifah dan Menko AHY Resmikan Penataan Kawasan Kumuh Campurejo, Tingkatkan Kualitas Hidup 1.152 Warga Kenang 79 Tahun Perjuangan TRIP, Gubernur Khofifah: Usia Muda Bukan Penghalang untuk Berkontribusi bagi Indonesia

Pendidikan

Sidang Pleno Dies Natalis ke-63 UB, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi UB-Umara’-Masyarakat untuk Ekonomi Tumbuh Inklusif dan Inovasi Berdampak Nyata

badge-check


Sidang Pleno Dies Natalis ke-63 UB, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi UB-Umara’-Masyarakat untuk Ekonomi Tumbuh Inklusif dan  Inovasi Berdampak Nyata Perbesar

MALANG, 6 JANUARI 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Sidang Pleno Terbuka Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya (UB) dalam rangka Dies Natalis ke-63 di Gedung Samantha Krida, Kota Malang, Senin (5/1).

Mengusung tema “Tumbuh Berdaya, Berdampak Nyata” acara ini juga dihadiri Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Brawijaya Prof. Muhadjir Effendy, Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Widodo, serta Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya yang telah melakukan  peran strategis sebagai  perguruan tinggi dalam membangun sumber daya manusia unggul dan menghadirkan solusi konkret untuk menjawab  tantangan zaman.

Alhamdulillah Jawa Timur saat ini memiliki  344 perguruan tinggi, dengan 17 perguruan tinggi negeri dan 327 perguruan tinggi swasta.

“Dari perguruan tinggi yang ada, Jawa Timur menempati posisi kedua sebagai provinsi dengan jumlah mahasiswa tertinggi di Indonesia dengan sekitar 947.251 mahasiswa terdaftar pada 2024. Bayangkan, dengan begitu banyaknya akademisi, berapa banyak inovasi dan penelitian berdampak yang dihasilkan setiap saat,” lanjut Gubernur Khofifah.

Mantan Menteri Sosial RI itu menjelaskan, perguruan tinggi adalah pusat lahirnya solusi berbasis ilmu pengetahuan. Perguruan tinggi juga menjadi mitra pemerintah dalam pengambilan keputusan kebijakan dan pengaplikasiannya.

Universitas Brawijaya, jelas Gubernur Khofifah, menjadi salah satu mitra pemerintah yang selama ini selalu menjadi penguat. Terlebih dengan berbagai prestasi yang diraihnya seperti keberhasilannya menduduki peringkat ke-4 di Indonesia  dalam Webometrics 2025, serta menduduki peringkat ke-9 di Indonesia dan peringkat 208 di Asia dalam QS World University Rankings 2024.

“UB salah satu penyumbang riset dan inovasi yang aplikatif terbesar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Alhamdulillah, iklim akademik di sini sangat kuat dan ini tentu modal besar kita untuk mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Dengan kemitraan dan sinergitas besar antara pemerintah dan perguruan tinggi seperti Universitas Brawijaya, dirinya yakin Jawa Timur dapat menjawab berbagai tantangan global seperti ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik.

Sementara itu, dalam kesempatan ini Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli turut memaparkan orasi ilmiah bertemakan “Transformasi Pasar Kerja Indonesia: Peran Perguruan Tinggi dalam Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja Profesional”.

Di hadapan seluruh yang hadir, Menteri Yassierli menjabarkan tantangan yang saat ini dihadapi di dunia kerja. Tak hanya itu, ia juga mengungkapkan pergeseran-pergeseran landscape ketenagakerjaan Indonesia dan global di tengah gempuran IT dan AI.

“Tentu ini berdampak kepada apa yang harus disiapkan oleh perturuan tinggi. Saya sampaikan untuk perguruan tinggi agar memperkuat dan harus terus berbenah. Bagaimana menghasilkan lulusan yang siap untuk bekerja di industri untuk mengatasi apa yang kita sebut dengan mismatch antara skill yang dimiliki oleh lulusan dengan kebutuhan yang ada di industri,” ujarnya.

Meski begitu, Menteri Yassierli optimis Universitas Brawijaya dapat memenuhi kebutuhan zaman. Pemerintah pusat sendiri, melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI, telah menyiapkan berbagai program yang dapat mendukung keberseiringan skill lulusan dan kebutuhan industri.

“Kita punya program magang lulusan perguruan tinggi untuk 100 ribu orang. Dan ini adalah sebuah inisiatif dari Pak Presiden langsung. Ini salah satu upaya kita menyiapkan tenaga kerja untuk menjadi lebih baik selama 6 bulan. Sehingga mereka mendapatkan exposure terkait dengan dunia kerja seperti apa. Dan antusiasmenya luar biasa,” pungkasnya.

Kepala Biro Adm. Pimpinan

Pulung Chausar

Baca Lainnya

Kolaborasi FISIP UNAIR, BPBD, dan Pemerintah Setempat Perkuat Kapasitas Warga Simomulyo Baru Menghadapi Berbagai Potensi Bencana

1 July 2026 - 08:55 WIB

Inovasi E-Asesmen Berbasis STEAM Dorong Penguatan Multiliterasi Siswa di SMPN Ngusikan Jombang

24 June 2026 - 15:17 WIB

Khofifah Ajak Alumni FH UNAIR Tingkatkan Pengabdian bagi Almamater, Bangsa, dan Negara

14 June 2026 - 03:23 WIB

Berita Populer di Pendidikan