Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar Menko Pangan Soroti Peran Energi dalam Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Peran Industri Lokal di Sektor Semikonduktor Momentum Koreksi IHSG untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Berita

Tingkatkan Literasi Digital, Yuliati Nugrahani Warsubi Serukan Perang terhadap Hoaks

badge-check


Tingkatkan Literasi Digital, Yuliati Nugrahani Warsubi Serukan Perang terhadap Hoaks Perbesar

JOMBANG – Bunda Literasi Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mengangkat kualitas literasi masyarakat di era digital. Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi, Yuliati memimpin gerakan besar untuk mencetak masyarakat yang kritis, melek digital, dan kebal terhadap disinformasi.

Kegiatan yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Jombang ini berlangsung di Ruang Bung Tomo, Kantor Pemkab Jombang, Rabu (10/9). Ratusan peserta yang terdiri dari guru, pustakawan, pengelola perpustakaan sekolah, dan pegiat literasi komunitas hadir untuk belajar bersama para pakar literasi informasi.

“Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan menyaring dan mengevaluasi informasi itu penting. Masyarakat harus dibekali keterampilan literasi digital agar tidak mudah terjebak hoaks,” tegas Yuliati Nugrahani Warsubi.

Bekal Jurus Anti Disinformasi

Dalam Bimtek ini, peserta mendapat materi tentang teknik mengakses, menilai, dan memanfaatkan informasi secara bijak. Narasumber Agus Santoso dari Perpustakaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Dedy Dwi Putra dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengupas strategi membangun masyarakat unggul berbasis literasi informasi serta cara menganalisis dan mendiseminasikan informasi yang sehat.

Yuliati menekankan bahwa literasi digital bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga fondasi untuk membangun masyarakat yang kritis, tangguh, dan peduli pada kebenaran. Menurutnya, literasi informasi yang kuat akan membantu menjaga demokrasi, memperkuat ketahanan sosial, sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan.

Komitmen Berkelanjutan

Sejak memperoleh sebutan Bunda Literasi, Yuliati Nugrahani Warsubi dikenal aktif memimpin berbagai program literasi, mulai dari penguatan perpustakaan sekolah, pelatihan guru, hingga pembinaan komunitas baca. Bimtek literasi ini menjadi bukti nyata bahwa literasi di Jombang bukan hanya urusan membaca buku, melainkan membentuk cara pandang kritis di tengah gempuran informasi digital.

“Kami ingin masyarakat Jombang tidak hanya cakap digital, tapi juga cerdas memilih dan menyebarkan informasi,” ujar Yuliati.

Harapan untuk Jombang

Pelatihan berkelanjutan seperti ini, Yuliati berharap Jombang dapat menjadi kabupaten pelopor literasi digital di Jawa Timur. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama memperkuat budaya literasi agar masyarakat semakin tahan terhadap pengaruh negatif informasi palsu dan lebih percaya pada data serta sumber yang kredibel. 

Ke depan, Bunda Literasi juga berencana memperluas program ini hingga ke tingkat desa agar manfaatnya lebih merata dan menjangkau lapisan masyarakat paling bawah. ***

Kreator: Pliplo Society

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Sinergi KPID Jatim dan Pemda Perkuat Penyiaran Publik Jelang Piala Dunia 2026

28 January 2026 - 08:13 WIB

Penertiban Lahan dan Tambang Ilegal Ditegaskan Presiden di WEF

23 January 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Khofifah: MoU Lintas Lembaga Jadi Fondasi Kepastian Hukum dan Perlindungan Keluarga di Jawa Timur

22 January 2026 - 10:21 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan