Menu

Dark Mode
Transparansi Informasi dan Kemitraan dengan Media Antarkan Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026 Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia Nobar Final Piala Dunia di Grahadi Berlangsung Meriah, Gubernur Khofifah Tekankan Nilai Sportivitas dan Solidaritas Idul Khotmi Nasional ke-234 Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Spiritualitas dan Persaudaraan Umat Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Jadi Etalase Budaya Dunia, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan

Sosial & Budaya

Transformasi Kerja dan Hemat Energi Jadi Fokus Pendidikan Nasional

badge-check


Transformasi Kerja dan Hemat Energi Jadi Fokus Pendidikan Nasional Perbesar

Jakarta, Petik — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mendorong penerapan budaya kerja baru yang lebih adaptif sekaligus mendukung gerakan hemat energi di sektor pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan nasional.

Transformasi budaya kerja ini dirancang untuk menciptakan sistem kerja yang lebih efisien, produktif, dan responsif terhadap perkembangan zaman, tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa perubahan ini merupakan langkah strategis untuk bekerja lebih cerdas dan efektif.

Salah satu implementasi kebijakan tersebut adalah penerapan sistem kerja fleksibel, termasuk skema work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) pada hari tertentu. Meski demikian, layanan pendidikan tetap harus berjalan optimal dan mudah diakses oleh masyarakat melalui berbagai kanal pelayanan.

Di lingkungan sekolah, Mendikdasmen mendorong penerapan budaya hemat energi sebagai bagian dari pembiasaan positif. Satuan pendidikan diimbau untuk mengelola penggunaan listrik secara efisien, memanfaatkan pencahayaan alami, serta membangun kesadaran lingkungan di kalangan siswa dan tenaga pendidik.

Selain itu, gerakan hemat energi juga diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti penggunaan transportasi ramah lingkungan, pengurangan kendaraan pribadi, serta pengelolaan lingkungan sekolah yang berkelanjutan.

Mendikdasmen menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini memerlukan keterlibatan seluruh pihak, mulai dari ASN, satuan pendidikan, hingga masyarakat. Semangat gotong royong dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya kerja baru yang modern dan berkelanjutan.

Dengan penerapan budaya kerja adaptif dan gerakan hemat energi ini, pemerintah berharap sektor pendidikan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan serta mendukung pembangunan nasional jangka panjang.

Baca Lainnya

Transparansi Informasi dan Kemitraan dengan Media Antarkan Gubernur Khofifah Raih Pimred Award 2026

21 July 2026 - 01:24 WIB

Nobar Final Piala Dunia di Grahadi Berlangsung Meriah, Gubernur Khofifah Tekankan Nilai Sportivitas dan Solidaritas

20 July 2026 - 05:21 WIB

Idul Khotmi Nasional ke-234 Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Spiritualitas dan Persaudaraan Umat

19 July 2026 - 10:53 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya