Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Penghargaan IDEAS 2026, Tegaskan Komunikasi Publik Harus Membangun Kepercayaan dan Partisipasi Masyarakat Program Women Life Biro Adpim Jatim Diapresiasi di IDEAS 2026, Perkuat Representasi Perempuan dalam Komunikasi Publik Pemerintah Dampingi Wapres Gibran, Gubernur Khofifah Nilai Revitalisasi Pasar Induk Banyuwangi Mampu Tingkatkan Kenyamanan Pedagang dan Pembeli Gubernur Khofifah Sebut Militansi dan Kekuatan Organisasi Muslimat NU Menjadi Modal Besar Hadirkan Kemaslahatan bagi Umat dan Bangsa Hadiri Peluncuran B50 Bersama Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah Pastikan Jawa Timur Siap Menjadi Penggerak Transisi Energi Nasional Gubernur Khofifah Sebut Open House Sekolah Rakyat Jadi Sarana Edukasi Orang Tua dan Penguatan Kepercayaan terhadap Program

Daerah

TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa

badge-check


TPPS Sumenep Monitoring Percepatan Penurunan Stunting di Kecamatan dan Desa Perbesar

Sumenep – Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Sumenep melakukan kegiatan monitoring ke TPPS di tingkat kecamatan dan desa untuk mempercepat penurunan angka stunting atau tengkes.

Kegiatan ini berlangsung pada Maret 2025 di tujuh kecamatan yang direncanakan sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayahnya.

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kabupaten Sumenep, melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ida Winarni, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan.

“Selain itu, monitoring juga bertujuan untuk melihat peran serta fungsi masing-masing pihak yang terlibat serta mengidentifikasi hambatan atau kendala yang dihadapi di lapangan,” katanya, Jumat (21/3/2025).

Dalam kegiatan ini, dilakukan diskusi kelompok yang melibatkan berbagai stakeholder, di antaranya Camat, Kepala Puskesmas, Kepala KUA, Ketua TP-PKK Kecamatan, Penyuluh KB, Ketua TP-PKK Desa/Kelurahan, Pendamping PKH, Pendamping Desa, Bidan Koordinator, Pj Gizi, dan Kader Pembangunan Manusia.

“Diskusi kelompok terarah ini bertujuan untuk memberikan gambaran utuh mengenai pelaksanaan percepatan penurunan stunting di tingkat desa dan kecamatan,” terang Ida Winarni.

Ida juga menambahkan bahwa, melalui diskusi ini, diharapkan solusi atas kendala yang ada dapat ditemukan, dengan mengupayakan strategi-strategi bersama melalui koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antar semua pihak terkait.

Diharapkan, melalui kegiatan monitoring ini, program penurunan stunting di Kabupaten Sumenep dapat lebih efektif dan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting, baik pada tahun ini maupun tahun-tahun mendatang.

Kegiatan monitoring ini telah dilaksanakan di tujuh kecamatan pada Maret 2025, yaitu Kecamatan Batuan, Lenteng, Kota Sumenep, Ganding, Talango, Batuputih, dan Batang-Batang. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk memastikan kesehatan anak dan ibu tetap terjaga, serta mencapai target penurunan stunting yang lebih baik.

Baca Lainnya

Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al-Akbar, Lepas Sambut 1 Muharram 1448 H Bersama Gubernur Khofifah

16 June 2026 - 12:46 WIB

Gubernur Khofifah Imbau Kepala Daerah Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG, Pastikan Distribusi dan Kualitas Layanan Terjaga

4 April 2026 - 08:24 WIB

Sambut Lebaran, PW DMI Jatim Resmikan Program Masjid Ramah Pemudik di Jombang

18 March 2026 - 10:38 WIB

Berita Populer di Berita