Menu

Dark Mode
Pengabdian ASN Diperkuat dengan Inovasi, Gubernur Khofifah Dorong SIKAP dan Pengelolaan Sampah Jadi Praktik Baik Gubernur Khofifah Undang Anak-Anak yang Hormat Bendera dari Luar Grahadi, Teguhkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda Usai Tuntaskan Tugas HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Ajak Paskibraka Jatim Jadikan Pengalaman sebagai Bekal Kepemimpinan Gubernur Khofifah: Nasionalisme dan Persatuan Masyarakat Jatim Jadi Modal Kuat Wujudkan Indonesia Berdaulat HUT ke-81 RI di Grahadi, Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Perkuat Kontribusi bagi Kedaulatan dan Kemajuan Indonesia Jawa Timur Bergerak untuk NTT, Gubernur Khofifah Kerahkan Tim SAR dan Tenaga Kesehatan serta Siapkan Bantuan Logistik

Sosial & Budaya

Peluncuran Sekolah Rakyat, Wamensos Ingatkan Pentingnya Sinergi

badge-check


Peluncuran Sekolah Rakyat, Wamensos Ingatkan Pentingnya Sinergi Perbesar

Jakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo mengingatkan pentingnya sinergi, dan kolaborasi dari semua satuan tugas (satgas) terkait untuk mendukung keberhasilan Sekolah Rakyat yang direncanakan diluncurkan pada Juli 2025.

Hal tersebut disampaikan Agus Jabo, melalui keterangan resmi,  saat membuka Rapat Koordinasi Persiapan Pembukaan Sekolah Rakyat yang digelar secara daring di Jakarta pada Selasa (10/6/2025).

“Untuk itu semua satgas yang telah ditugaskan saya mohon untuk terus bersinergi agar target yang sudah kita rencanakan bisa tercapai sehingga bulan Juli nanti dapat dibuka dan diresmikan oleh presiden,” kata Agus Jabo.

Menurut Agus Jabo,  kurikulum, calon siswa, tenaga pengajar/guru, serta sarana prasarana harus sudah siap sebelum pembukaan sehingga tidak ada hambatan ketika Sekolah Rakyat sudah beroperasi.

Sesuai perintah Presiden Prabowo Subianto, ia menyebutkan sebanyak 100 titik lokasi Sekolah Rakyat akan dibuka pada tahap I di Juli 2025, dengan pembagian 63 titik lokasi pada tahap Ia dan 37 titik lokasi pada tahap Ib.

Adapun total rombongan belajar (rombel) untuk tahap I sebanyak 396 rombel dengan jumlah siswa sebanyak 9.780 siswa terdiri atas tingkat SD, SMP, dan SMA.

Wamensos Agus Jabo memastikan, layanan Sekolah Rakyat tidak akan mengganggu layanan Sentra meskipun sebagian besar titik Sekolah Rakyat pada tahap I berada di Sentra milik Kemensos.

“Kita meminta kepada BUMN, PLN dan Telkom, bisa mengatur jaringan listrik dan jaringan internet, sehingga pelayanan di Sentra tidak terganggu dan pelayanan di Sekolah Rakyat juga tidak terganggu,” ujarnya.

Wamensos meengaskan, Sekolah Rakyat yang akan dibuka pada  Juli ini bersifat sementara, sementara Sekolah Rakyat yang permanen adalah yang lahannya disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Untuk itu kami meminta pemprov, pemkab, pemkot menyiapkan lahan 8,5 hektare untuk Sekolah Rakyat yang permanen,” katanya.

Sementara itu untuk proses rekrutmen siswa Sekolah Rakyat, ia menjelaskan tahap I ini sudah berjalan pada penetapan oleh kepala daerah dan proses home visit.

Sekolah Rakyat merupakan komitmen pemerintah dalam menghadirkan akses pendidikan yang merata bagi anak-anak Indonesia, terutama anak-anak yang berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk pada desil 1 dan desil 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Undang Anak-Anak yang Hormat Bendera dari Luar Grahadi, Teguhkan Semangat Nasionalisme Generasi Muda

19 August 2026 - 01:43 WIB

Usai Tuntaskan Tugas HUT ke-81 RI, Gubernur Khofifah Ajak Paskibraka Jatim Jadikan Pengalaman sebagai Bekal Kepemimpinan

18 August 2026 - 07:48 WIB

Gubernur Khofifah: Nasionalisme dan Persatuan Masyarakat Jatim Jadi Modal Kuat Wujudkan Indonesia Berdaulat

18 August 2026 - 02:42 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya