Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia Nobar Final Piala Dunia di Grahadi Berlangsung Meriah, Gubernur Khofifah Tekankan Nilai Sportivitas dan Solidaritas Idul Khotmi Nasional ke-234 Jadi Momentum, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Spiritualitas dan Persaudaraan Umat Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Jadi Etalase Budaya Dunia, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Sinergi Pentahelix Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan Pendidikan Gratis Berkualitas untuk Keluarga Kurang Mampu, Gubernur Khofifah Tinjau Pembangunan SRT 1 Banyuwangi

Ekonomi & Bisnis

Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif

badge-check


Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif Perbesar

Jakarta, Petik – Pemerintah menekankan pentingnya penguatan manajemen risiko dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi kondisi global yang penuh ketidakpastian. Wakil Menteri Keuangan menyampaikan bahwa tantangan global saat ini semakin kompleks, mulai dari ketegangan geopolitik, fluktuasi ekonomi, hingga pesatnya perkembangan teknologi.

Menurutnya, dinamika global dapat berdampak langsung pada kondisi dalam negeri, seperti pergerakan nilai tukar, tekanan pada sistem keuangan, hingga kenaikan harga energi dan pangan. Karena itu, diperlukan kemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami risiko secara menyeluruh dengan mempertimbangkan stabilitas nasional.

Ia menegaskan bahwa manajemen risiko harus dilakukan secara proaktif, tidak sekadar reaktif. Proses ini mencakup identifikasi, mitigasi, serta pemantauan risiko secara berkelanjutan agar potensi gangguan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi krisis.

Selain itu, fleksibilitas kebijakan juga menjadi hal yang krusial. Dalam situasi global yang cepat berubah, pemerintah perlu mampu menyesuaikan strategi fiskal dan kebijakan ekonomi agar tetap relevan dan efektif dalam menjaga stabilitas.

Wamenkeu juga menyoroti meningkatnya kompleksitas risiko global yang dipengaruhi faktor geopolitik, ekonomi, serta perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan ancaman siber. Kondisi ini menjadikan ketidakstabilan sebagai karakter utama lanskap global saat ini, sehingga diperlukan pendekatan adaptif berbasis skenario.

Dalam menghadapi hal tersebut, pemerintah Indonesia terus memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk kebijakan fiskal, moneter, dan makroprudensial. Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan menghadapi ketidakpastian global tidak hanya bergantung pada kekuatan ekonomi, tetapi juga pada kemampuan institusi dalam mengelola risiko dan beradaptasi dengan cepat. Dengan strategi yang tepat, tantangan global dapat diubah menjadi peluang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Kopi dan Kakao Jatim Siap Menjadi Komoditas Unggulan Berkelas Dunia

20 July 2026 - 09:24 WIB

Tinjau KKMP Tukangkayu, Gubernur Khofifah Tekankan Penguatan Jaringan Bulog dan Pertamina untuk Jamin Pasokan

18 July 2026 - 12:35 WIB

Presiden Prabowo Dorong Gerakan Nasional Ketahanan Pangan, Gubernur Khofifah Tegaskan Kontribusi Besar Jawa Timur

18 July 2026 - 01:24 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis