Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pimpin Pemulihan Sayap Barat Grahadi, Jaga Keaslian Struktur dan Warisan Sejarah Ujian Berbasis Komputer, TKA 2026 Siap Dilaksanakan Pemerintah Tahan Harga BBM Demi Jaga Daya Beli Masyarakat Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Canberra, Buka Peluang Investasi dan Pasokan Bahan Baku Industri Kulit Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif

Ekonomi & Bisnis

RI Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Teknologi Kesehatan dan Farmasi dengan Swiss

badge-check


RI Perkuat Kemitraan Strategis Bidang Teknologi Kesehatan dan Farmasi dengan Swiss Perbesar

Jakarta – Indonesia berupaya memperkuat hubungan kemitraan strategis dengan Swiss, terutama di bidang teknologi kesehatan dan farmasi.

Hal itu disampaikan Duta Besar Indonesia untuk Swiss Ngurah Swajaya dalam Swiss-Indonesia Innovation and Investment Forum 2025 yang digelar di Basel, Swiss, pada Rabu (11/6/2025), menurut keterangan pers dari Kedutaan Besar RI (KBRI) di Bern pada Minggu (15/6/2025).

Dubes Swajaya mengatakan, bahwa transformasi sistem kesehatan Indonesia membutuhkan investasi besar di sektor farmasi dan teknologi kesehatan yang terintegrasi.

“Ekosistem industri Swiss yang inovatif dapat menjadi mitra strategis untuk mendukung pertumbuhan sektor ini,” katanya.

Menurut Dubes Swajaya, Indonesia dapat memperkuat sistem kesehatan, termasuk mendorong riset, inovasi dan pengembangan teknologi kesehatan, termasuk alat-alat kesehatan dengan bekerja sama dengan Swiss.

Kolaborasi kedua negara diharapkan mampu menjawab tantangan di sektor kesehatan Indonesia dan menciptakan solusi berkelanjutan yang berdampak luas.

Pasar farmasi Indonesia diproyeksikan tumbuh 7,8 persen menjadi USD9,6 miliar (sekitar Rp156,1 triliun) pada 2028, sedangkan pasar peralatan medis diperkirakan tumbuh 9,1 persen menjadi USD10,47 miliar (sekitar Rp170,3 triliun) pada 2033.

Produksi lokal alat-alat kesehatan berteknologi tinggi juga mengalami peningkatan signifikan.

Indonesia dan Swiss telah menjalin hubungan bilateral sejak 1951. Hingga kini, lebih dari 150 perusahaan Swiss telah beroperasi di Indonesia, termasuk perusahaan farmasi Roche dan Novartis.

Perusahaan-perusahaan asal Swiss telah berkontribusi pada perluasan infrastruktur perawatan kesehatan dan pasar farmasi Indonesia yang bernilai sekitar USD7 miliar (sekitar Rp113, 8 triliun) pada 2023 dan diperkirakan akan terus bertumbuh sebesar 8-10 persen per tahun.

Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss pada 2026, Indonesia akan menerima kunjungan anggota Dewan Federal Swiss Guy Parmelin bersama delegasi bisnis pada Oktober.

Swiss-Indonesia Innovation and Investment Forum 2025 diselenggarakan oleh KBRI Bern dengan dukungan dari Bank Indonesia London, KADIN Indonesia-Swiss, dan Swiss-Asia Chamber of Commerce.

Forum tersebut, yang mengangkat tema teknologi kesehatan, keuangan, life sciences, dan high-tech industries, melibatkan para pebisnis Swiss untuk menjalin kerja sama dan menjajaki potensi dan peluang investasi di Indonesia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Pimpin Pemulihan Sayap Barat Grahadi, Jaga Keaslian Struktur dan Warisan Sejarah

1 April 2026 - 12:20 WIB

Pemerintah Tahan Harga BBM Demi Jaga Daya Beli Masyarakat

1 April 2026 - 08:40 WIB

Kebijakan WFH ASN Resmi Berlaku Seminggu Sekali

1 April 2026 - 04:43 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis