Menu

Dark Mode
Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif Gubernur Khofifah Apresiasi Siswa dan Guru, Jatim Kembali Terbanyak Lolos SNBP dan KIP Kuliah 2026 Pengendalian Lahan Sawah Diperkuat untuk Jaga Produksi Pangan Antusiasme Warga Dongkrak Pendapatan UMKM di Bazar Rakyat Menteri PU Fokuskan Percepatan Distribusi Air hingga Lahan Petani Ditjen Hubud Imbau Masyarakat Patuhi Aturan Balon Udara

Ekonomi & Bisnis

OJK Luncurkan Buku Panduan Perdagangan Karbon untuk Sektor Jasa Keuangan

badge-check


OJK Luncurkan Buku Panduan Perdagangan Karbon untuk Sektor Jasa Keuangan Perbesar

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada Selasa (15/7/2025) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Buku ini memuat penjelasan teknis, regulatif, dan kelembagaan terkait perdagangan karbon, serta ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelaku sektor keuangan terhadap mekanisme pasar karbon yang semakin berkembang.

“Peluncuran buku pada hari ini merupakan salah satu bagian dari upaya memperluas pemahaman dalam meningkatkan kapasitas pelaku sektor jasa keuangan terhadap perdagangan karbon di Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat peluncuran buka tersebut.

Mahendra menjelaskan bahwa buku tersebut membahas rantai proses karbon dari proyek hingga verifikasi.

Ia juga secara khusus memperingatkan risiko seperti fraud (penipuan) dan greenwashing (klaim palsu tentang praktik ramah lingkungan) dalam mekanisme pasar.

“Untuk itu, dibutuhkan sistem tata kelola yang kuat, pengawasannya efektif, serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas pasar karbon agar tetap kredibel dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Mahendra juga memaparkan capaian IDX Carbon sejak perdagangan perdana pada 26 September 2023 dan pembukaan akses ke pasar internasional pada 20 Januari 2025.

Hingga 11 Juli 2025, volume transaksi tercatat hampir 1,6 juta ton karbon dioksida ekuivalen dengan nilai Rp77,95 miliar. Yang menarik, volume retirement (penarikan unit karbon dari pasar) melonjak signifikan, dari 6.260 ton pada 2023 menjadi 980.415 ton karbondioksida.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menambahkan bahwa partisipasi lembaga jasa keuangan dalam pasar karbon terus meningkat.

“Sejak perdagangan perdana IDX Carbon, enam dari 15 pembeli perdana berasal dari sektor jasa keuangan,” kata Iman, menunjukkan antusiasme industri finansial.

Ia juga menyebut IDX Carbon baru saja menerima penghargaan Best Official Carbon Exchange in an Emerging Market dari Green Cross United Kingdom.

“Penghargaan ini adalah hasil dari dedikasi dan kolaborasi bersama. Bukan hanya milik IDX Carbon, tetapi juga merupakan refleksi keberhasilan kita bersama,” ujar Iman.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi panduan yang komprehensif bagi sektor jasa keuangan untuk terlibat lebih aktif dan bertanggung jawab dalam perdagangan karbon, mendukung upaya Indonesia menuju ekonomi hijau.

Baca Lainnya

Wamenkeu: Risiko Global Harus Diantisipasi Secara Proaktif

1 April 2026 - 03:58 WIB

Pengendalian Lahan Sawah Diperkuat untuk Jaga Produksi Pangan

31 March 2026 - 07:13 WIB

Antusiasme Warga Dongkrak Pendapatan UMKM di Bazar Rakyat

31 March 2026 - 07:10 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis