Menu

Dark Mode
Kado Kemerdekaan dari Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim pada 17 Agustus Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Nganjuk, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar

Ekonomi & Bisnis

OJK Luncurkan Buku Panduan Perdagangan Karbon untuk Sektor Jasa Keuangan

badge-check


OJK Luncurkan Buku Panduan Perdagangan Karbon untuk Sektor Jasa Keuangan Perbesar

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan buku “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada Selasa (15/7/2025) di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Buku ini memuat penjelasan teknis, regulatif, dan kelembagaan terkait perdagangan karbon, serta ditujukan untuk meningkatkan pemahaman pelaku sektor keuangan terhadap mekanisme pasar karbon yang semakin berkembang.

“Peluncuran buku pada hari ini merupakan salah satu bagian dari upaya memperluas pemahaman dalam meningkatkan kapasitas pelaku sektor jasa keuangan terhadap perdagangan karbon di Indonesia,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar saat peluncuran buka tersebut.

Mahendra menjelaskan bahwa buku tersebut membahas rantai proses karbon dari proyek hingga verifikasi.

Ia juga secara khusus memperingatkan risiko seperti fraud (penipuan) dan greenwashing (klaim palsu tentang praktik ramah lingkungan) dalam mekanisme pasar.

“Untuk itu, dibutuhkan sistem tata kelola yang kuat, pengawasannya efektif, serta peran aktif seluruh pemangku kepentingan menjaga integritas pasar karbon agar tetap kredibel dan dapat dipercaya,” ujarnya.

Mahendra juga memaparkan capaian IDX Carbon sejak perdagangan perdana pada 26 September 2023 dan pembukaan akses ke pasar internasional pada 20 Januari 2025.

Hingga 11 Juli 2025, volume transaksi tercatat hampir 1,6 juta ton karbon dioksida ekuivalen dengan nilai Rp77,95 miliar. Yang menarik, volume retirement (penarikan unit karbon dari pasar) melonjak signifikan, dari 6.260 ton pada 2023 menjadi 980.415 ton karbondioksida.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, menambahkan bahwa partisipasi lembaga jasa keuangan dalam pasar karbon terus meningkat.

“Sejak perdagangan perdana IDX Carbon, enam dari 15 pembeli perdana berasal dari sektor jasa keuangan,” kata Iman, menunjukkan antusiasme industri finansial.

Ia juga menyebut IDX Carbon baru saja menerima penghargaan Best Official Carbon Exchange in an Emerging Market dari Green Cross United Kingdom.

“Penghargaan ini adalah hasil dari dedikasi dan kolaborasi bersama. Bukan hanya milik IDX Carbon, tetapi juga merupakan refleksi keberhasilan kita bersama,” ujar Iman.

Peluncuran buku ini diharapkan dapat menjadi panduan yang komprehensif bagi sektor jasa keuangan untuk terlibat lebih aktif dan bertanggung jawab dalam perdagangan karbon, mendukung upaya Indonesia menuju ekonomi hijau.

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis