Menu

Dark Mode
Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar

Ekonomi & Bisnis

Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat

badge-check


Presiden: Kepala Daerah Garda Terdepan Dengarkan Denyut Nadi Rakyat Perbesar

Tangerang – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya peran kepala daerah sebagai pemimpin yang paling dekat dengan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam sambutannya saat membuka Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo Tahun 2025 di Nusantara Hall, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Provinsi Banten, Kamis (28/8/2025).

“Saudara-saudara adalah pemimpin yang dekat dengan rakyat. Bersama camat, bersama kepala desa, Saudara-saudara adalah yang paling dekat dengan rakyat. Saudara-saudara adalah yang paling tahu denyut nadi rakyat, yang paling peka terhadap kesulitan rakyat,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa kunci pembangunan bangsa terletak pada kualitas pemerintahan. Ia menguraikan hasil kajian sejarah yang membuktikan bahwa suatu bangsa dapat bertahan ratusan tahun jika memiliki tiga unsur utama: tentara yang unggul, kepolisian dan keamanan yang unggul, serta pemerintahan yang unggul.

“Yang ketiga adalah pemerintahan yang unggul. Dalam bahasa Inggris disebut excellent civil service. Saya gabungkan menjadi pemerintahan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, Presiden juga menyinggung sejarah pemerintahan Kekaisaran Ottoman yang menekankan pentingnya pendidikan kepemimpinan dan tata kelola. Prinsip tersebut, menurutnya, tetap relevan hingga saat ini dalam membentuk pemimpin daerah yang setia pada bangsa.

“Saudara harus menjalankan pemerintah yang bersih dan adil. Kalau tidak, Saudara tidak akan berhasil. Ini berlaku untuk setiap tingkat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa amanat menegakkan pemerintahan yang bersih bukan hanya tanggung jawab presiden, melainkan juga seluruh pemimpin daerah hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

“Saya harus menegakkan pemerintah yang bersih dan adil. Ini kewajiban saya, dan juga kewajiban semua bupati, wali kota, camat, kepala desa, dan lurah. Kalau tidak, kita tidak akan jadi negara yang berhasil. Pemerintah yang korup, tidak mungkin membawa kemakmuran kepada rakyat,” pungkasnya. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis