Menu

Dark Mode
Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar Gubernur Khofifah Buka Kesempatan bagi 4.000 Warga Ikuti Upacara Kemerdekaan di Gedung Negara Grahadi IKA UNAIR Didorong Jadi Penggerak Kolaborasi Lintas Daerah hingga Internasional, Gubernur Khofifah: Jejaring adalah Kekuatan Besar Raih Anugerah Bintang LVRI, Khofifah Tekankan Semangat Veteran Harus Diwujudkan dalam Pengabdian Masa Kini Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

Politik & Pemerintahan

Komisi V DPR RI Dorong Integrasi Transportasi dan Ruang UMKM di Pondok Cabe

badge-check


Komisi V DPR RI Dorong Integrasi Transportasi dan Ruang UMKM di Pondok Cabe Perbesar

Tangerang Selatan – Terminal Pondok Cabe di Tangerang Selatan kembali menjadi sorotan. Dalam kunjungan kerja spesifik pada Rabu (17/9/2025), Komisi V bidang perhubungan DPR RI menegaskan pentingnya terminal ini tidak hanya sebagai tempat naik turun penumpang, tetapi juga sebagai simpul transportasi modern dan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae, bersama jajaran anggota, turun langsung meninjau kondisi di lapangan. Anggota Komisi V, Musa Rajekshah, menyoroti akses transportasi yang belum terhubung dengan baik, keberadaan terminal bayangan, hingga minimnya penumpang dan operator bus. “Jika tidak segera diintegrasikan dengan MRT, LRT, atau KRL, terminal ini hanya akan jadi bangunan tanpa fungsi nyata bagi rakyat. Terminal harus benar-benar memudahkan masyarakat,” tegas Musa.

Menurutnya, terminal dapat menjadi penggerak ekonomi lokal. “Bayangkan jika terminal ini terkelola dengan baik, UMKM bisa tumbuh, warga sekitar ikut merasakan manfaat, dan mobilitas masyarakat jadi lancar,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Ditjen Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) Kementerian Perhubungan, Dedy Cahyadi, mengakui operasional terminal masih terbatas. Jumlah bus lebih banyak dari penumpang yang berangkat, sementara akses feeder menuju simpul transportasi lain masih minim. “Kita perlu layanan penghubung langsung dengan KRL, MRT, atau LRT. Dengan begitu, masyarakat punya alasan untuk memilih terminal ini,” jelas Dedy.

Dedy menambahkan, peringatan Hari Perhubungan Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk membenahi persoalan ini. “Terminal bukan sekadar bangunan, tetapi pintu gerbang perjalanan masyarakat. Dengan inovasi dan integrasi, terminal bisa setara dengan stasiun, bandara, dan pelabuhan,” katanya.

Terminal Pondok Cabe yang diresmikan pada 31 Desember 2018 kini berada dalam proses serah terima dari BPTJ ke Ditjen Perhubungan Darat, sesuai amanat UU Nomor 23 Tahun 2014.

Turut hadir dalam kunjungan ini Direktur Prasarana Transportasi Antarmoda Kemenhub Sigit Irfansyah, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kemenhub Toni Tauladan, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan Bambang Noertjahjo, serta pejabat Kemenhub terkait.

Baca Lainnya

Pendapatan Jatim Ditargetkan Rp26,49 Triliun dalam P-APBD 2026, Gubernur Khofifah Perkuat Belanja Pelayanan Publik

12 August 2026 - 01:55 WIB

Gubernur Khofifah Terima Dubes Maroko di Grahadi, Buka Peluang Beasiswa hingga Investasi bagi Jawa Timur

4 August 2026 - 03:10 WIB

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan