Menu

Dark Mode
Gelar Pasar Murah di Ngawi, Gubernur Khofifah Perkuat Upaya Pengendalian Inflasi dan Stabilitas Harga Pangan Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme Indonesia Tingkatkan Kolaborasi Internasional Bersama Eurasia untuk Mendukung Infrastruktur Rendah Emisi dan Berkelanjutan Menaker Dorong Peningkatan Kompetensi SDM dan Tata Kelola untuk Mendukung Ekosistem Ketenagakerjaan yang Adaptif Bappenas dan GGGI Perkuat Kemitraan Pembangunan Hijau melalui Peluncuran Green Indonesia Future Initiative Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

Sosial & Budaya

Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Jadi Fokus Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional

badge-check


Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Jadi Fokus Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional Perbesar

Surabaya, Petik – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkuat langkah pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kampus. Upaya tersebut dinilai penting guna menciptakan ruang akademik yang aman, sehat, dan berintegritas bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam Forum Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Brian menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis sebagai tempat lahirnya sumber daya manusia unggul dan calon pemimpin masa depan bangsa. Karena itu, lingkungan perguruan tinggi harus terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan seksual.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian bersama dari seluruh unsur kampus. Oleh sebab itu, langkah pencegahan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui edukasi, sosialisasi, dan peningkatan kesadaran kepada mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan.

Mendiktisaintek juga menekankan pentingnya penguatan peran Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Keberadaan satgas dinilai sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada korban dalam menyampaikan laporan serta memastikan penanganan kasus berjalan sesuai prosedur.

Selain membangun budaya kampus yang aman dan inklusif, Brian turut mengingatkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak bagi masyarakat. Kampus diharapkan tidak hanya menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Pemerintah berharap seluruh perguruan tinggi dapat terus memperkuat komitmen dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang bebas kekerasan, menghormati nilai kemanusiaan, serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman bagi semua pihak.

Sumber: InfoPublik

Baca Lainnya

Film Animasi Garuda di Dadaku Bawa Pesan Positif tentang Kebersamaan dan Nasionalisme

6 June 2026 - 00:40 WIB

Tinjau SMAN 4 dan SMKN 1 Madiun, Gubernur Khofifah Cek Langsung Pelaksanaan Verifikasi SPMB

5 June 2026 - 12:26 WIB

Penguatan Jejak Peradaban Majapahit dan Kepahlawanan Jadi Fokus Pertemuan Gubernur Khofifah dengan Putra Bung Tomo

5 June 2026 - 06:29 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya