Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ingatkan Bahaya Pinjol, Kecanduan Gadget, dan Krisis Mental pada Anak Muda, Ajak Gereja Perkuat Pendampingan Generasi Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al-Akbar, Lepas Sambut 1 Muharram 1448 H Bersama Gubernur Khofifah Pemprov Jatim Tegaskan Peserta yang Mengikuti Prosedur Jalan Sehat Telah Menerima Kupon dan Paket Makanan Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gubernur Khofifah Dorong Budaya Tolong-Menolong sebagai Fondasi Kesalehan Sosial Sambut 1 Muharram 1448 H, Gubernur Khofifah Gelar Jalan Sehat dan Siapkan 20 Ribu Kupon Doorprize untuk Masyarakat Investor Global Berebut Masuk Indonesia, Presiden Dorong Keterbukaan Data untuk Perkuat Kepercayaan Pasar

Ekonomi & Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Diminta Fokus Mitigasi Risiko Kerja

badge-check


BPJS Ketenagakerjaan Diminta Fokus Mitigasi Risiko Kerja Perbesar

Jakarta, Petik – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih mengutamakan langkah pencegahan kecelakaan kerja dalam memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja nasional. Pendekatan preventif dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga produktivitas pekerja.

Menaker menekankan bahwa perlindungan tenaga kerja tidak hanya berfokus pada pemberian jaminan saat risiko terjadi, tetapi juga mencakup upaya mitigasi dan edukasi keselamatan sejak awal. Program promotif dan preventif perlu diperluas agar kesadaran terhadap pentingnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) semakin meningkat di kalangan perusahaan maupun pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan juga didorong mempererat kolaborasi dengan pelaku usaha, asosiasi industri, serta pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sosialisasi, pelatihan K3, serta pengawasan di tempat kerja menjadi langkah strategis untuk meminimalkan potensi kecelakaan yang dapat merugikan berbagai pihak.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan analisis data dinilai penting untuk mendukung deteksi dini risiko kecelakaan kerja. Dengan pendekatan berbasis data, kebijakan perlindungan tenaga kerja dapat disusun secara lebih tepat dan efektif.

Menaker optimistis bahwa fokus pada pencegahan akan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan, sekaligus memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Baca Lainnya

Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah

15 June 2026 - 05:51 WIB

Dari Madiun, Gubernur Khofifah Ajak Kelompok Perhutanan Sosial Percepat Hilirisasi Produk Unggulan

15 June 2026 - 01:41 WIB

Pengawasan Diperketat, Kemenhub Pastikan Armada Penumpang Siap Layani Libur Sekolah 2026

13 June 2026 - 14:01 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis