Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman Gubernur Khofifah Sebut Ziarah Bersama Kapolri Jadi Momentum Menguatkan Semangat Nasionalisme, Toleransi, dan Persaudaraan Bangsa Gubernur Khofifah: Keluarga yang Tangguh Akan Melahirkan Generasi Berkarakter dan Menjadi Penopang Peradaban Bangsa DPR Setujui Pagu Indikatif Kementerian PU 2027, Prioritaskan Infrastruktur yang Langsung Menyentuh Masyarakat Pemerintah Perkuat Transparansi dan Integritas Pasar Modal untuk Tingkatkan Kepercayaan Investor Pemerintah Dorong Pengembangan SISKA untuk Tingkatkan Produksi Protein Hewani Nasional

Sosial & Budaya

TKA Dirancang Humanis: Fokus pada Proses Belajar dan Karakter Siswa

badge-check


TKA Dirancang Humanis: Fokus pada Proses Belajar dan Karakter Siswa Perbesar

Depok, Petik — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pendekatan humanis dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendekatan ini menempatkan kesiapan mental siswa sebagai prioritas utama.

Strategi tersebut menekankan pentingnya kolaborasi antara guru dan orang tua agar asesmen tidak hanya berfokus pada hasil, tetapi juga memperkuat proses belajar yang berkualitas dan bermakna.

Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi bertema “Sekolah sebagai Ruang Aman: Strategi Mengelola Kesiapan Mental Siswa Menghadapi TKA” yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen bersama Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) di Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia Kemendikdasmen, Depok, Jawa Barat, Rabu (4/3/2026).

Penasihat DWP Kemendikdasmen, Masmidah Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa TKA dirancang sebagai instrumen strategis dalam sistem asesmen nasional yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, siswa perlu dipandang sebagai individu yang terus berkembang, bukan sekadar objek pengukuran. Karena itu, asesmen harus ditempatkan dalam kerangka yang humanis, sehat, serta mampu membangun karakter.

Sementara itu, Kepala BSKAP Toni Toharudin menjelaskan bahwa TKA bertujuan memotret kemampuan akademik siswa secara objektif, terutama dalam aspek literasi, numerasi, dan penalaran.

“TKA juga mendorong budaya belajar yang sehat dengan semangat TKA Jujur dan Gembira, sehingga siswa dapat mengikuti asesmen dengan percaya diri dan menjunjung nilai kejujuran,” ujarnya.

Toni menambahkan, tingkat partisipasi sekolah dalam pelaksanaan TKA untuk jenjang SD dan SMP telah mencapai sekitar 97 persen, yang menunjukkan komitmen kuat dalam membangun budaya mutu dan akuntabilitas pembelajaran.

Ketua DWP Kemendikdasmen, Marlina Hafidz Muksin, mengatakan sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja bidang pendidikan DWP untuk memperkuat literasi kebijakan asesmen di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 20 sekolah di sekitar Pusat Pelatihan SDM Kemendikdasmen, termasuk kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, komite sekolah, serta perwakilan dinas pendidikan. Sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong pelaksanaan TKA yang lebih inklusif, sehat, dan berfokus pada perkembangan peserta didik secara menyeluruh.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Sebut Munas-Konbes NU 2026 Jadi Forum Strategis Merumuskan Solusi Keagamaan dan Kebangsaan di Tengah Tantangan Zaman

21 June 2026 - 03:39 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Ziarah Bersama Kapolri Jadi Momentum Menguatkan Semangat Nasionalisme, Toleransi, dan Persaudaraan Bangsa

20 June 2026 - 09:56 WIB

Gubernur Khofifah: Keluarga yang Tangguh Akan Melahirkan Generasi Berkarakter dan Menjadi Penopang Peradaban Bangsa

20 June 2026 - 03:10 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya