Jakarta, Petik – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan bahwa penguatan industri halal dan ekonomi syariah menjadi salah satu strategi penting untuk menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah berbagai tantangan dunia.
Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan bahwa dinamika geopolitik global saat ini telah memengaruhi berbagai sektor strategis, mulai dari energi, pangan, logistik, hingga investasi. Kondisi tersebut menuntut Indonesia untuk tidak hanya berfokus pada penanganan jangka pendek, tetapi juga melakukan transformasi ekonomi yang lebih berkelanjutan.
Menurut Bappenas, ekonomi syariah memiliki peran yang semakin relevan karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mengedepankan prinsip keadilan, inklusivitas, dan keberlanjutan. Pengembangan industri halal dipandang dapat menjadi fondasi bagi terbentuknya sistem ekonomi yang lebih tangguh dalam menghadapi berbagai tekanan global yang tidak menentu.
Selain itu, penguatan ekosistem halal juga diyakini mampu meningkatkan daya saing produk nasional, memperluas pasar ekspor, serta menciptakan lapangan kerja baru. Indonesia yang memiliki populasi muslim terbesar di dunia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal global apabila mampu mengoptimalkan potensi tersebut melalui kebijakan yang terintegrasi dan dukungan terhadap pelaku usaha.
Bappenas menilai bahwa pengembangan industri halal harus menjadi bagian dari strategi pembangunan jangka panjang. Dengan memperkuat sektor ini, Indonesia tidak hanya meningkatkan ketahanan ekonomi nasional, tetapi juga memperbesar peluang untuk menjadi pemain utama dalam rantai nilai halal global di masa mendatang.
Sumber : InfoPublik.id



















