Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Ekonomi & Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Diminta Fokus Mitigasi Risiko Kerja

badge-check


BPJS Ketenagakerjaan Diminta Fokus Mitigasi Risiko Kerja Perbesar

Jakarta, Petik – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mendorong BPJS Ketenagakerjaan untuk lebih mengutamakan langkah pencegahan kecelakaan kerja dalam memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja nasional. Pendekatan preventif dinilai menjadi kunci untuk menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga produktivitas pekerja.

Menaker menekankan bahwa perlindungan tenaga kerja tidak hanya berfokus pada pemberian jaminan saat risiko terjadi, tetapi juga mencakup upaya mitigasi dan edukasi keselamatan sejak awal. Program promotif dan preventif perlu diperluas agar kesadaran terhadap pentingnya budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) semakin meningkat di kalangan perusahaan maupun pekerja.

BPJS Ketenagakerjaan juga didorong mempererat kolaborasi dengan pelaku usaha, asosiasi industri, serta pemerintah daerah guna menciptakan lingkungan kerja yang aman. Sosialisasi, pelatihan K3, serta pengawasan di tempat kerja menjadi langkah strategis untuk meminimalkan potensi kecelakaan yang dapat merugikan berbagai pihak.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan analisis data dinilai penting untuk mendukung deteksi dini risiko kecelakaan kerja. Dengan pendekatan berbasis data, kebijakan perlindungan tenaga kerja dapat disusun secara lebih tepat dan efektif.

Menaker optimistis bahwa fokus pada pencegahan akan mampu menurunkan angka kecelakaan kerja secara signifikan, sekaligus memperkuat sistem jaminan sosial ketenagakerjaan dan meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global

11 April 2026 - 07:32 WIB

Pemerintah Perkuat Regulasi dan Pengawasan SDA

11 April 2026 - 00:44 WIB

Tata Kelola Konstruksi Diperbaiki untuk Tingkatkan Kualitas Proyek

11 April 2026 - 00:40 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis