Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Konektivitas Jatim–Uzbekistan, Dukung Pengembangan Wisata Religi dan Ziarah HIKAM Karesidenan Kediri Konsolidasikan Peran Alumni Lewat Halal Bihalal, Teguhkan Komitmen Mengaji, Berdakwah, dan Berkhidmat untuk Umat Gubernur Khofifah Dorong Talenta Murid Jatim Tembus Dunia, Perkuat Prestasi Lewat Ajang Kompetisi 2026 HIKAM Madiun Raya Konsolidasikan Ukhuwah melalui Halal Bihalal, Perkuat Peran Keluarga dalam Mencetak Generasi “Bener” Gubernur Khofifah Imbau Kepala Daerah Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG, Pastikan Distribusi dan Kualitas Layanan Terjaga Kemendikdasmen Optimalkan Teknologi di Sekolah 3T

Sosial & Budaya

Forum Menteri Pendidikan APEC Dukung Pendidikan Berkualitas dan Digitalisasi Inklusif

badge-check


Forum Menteri Pendidikan APEC Dukung Pendidikan Berkualitas dan Digitalisasi Inklusif Perbesar

Jakarta – Forum Menteri Pendidikan negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) resmi berakhir pada 17 Mei 2025 di Jeju, Korea Selatan. Dalam forum ini, para menteri menyepakati 21 poin kerja sama non-mengikat yang menekankan pentingnya penyediaan pendidikan bermutu untuk semua, sebagai fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan.

Wakil Menteri Pendidikan Korea Selatan, Oh Seuk Hwan, selaku pimpinan forum, menyampaikan bahwa pendidikan inklusif dan adaptif terhadap teknologi menjadi fokus utama dalam membentuk generasi masa depan yang mampu bersaing secara global.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Indonesia, Abdul Mu’ti, dalam forum tersebut menyampaikan bahwa Indonesia akan mulai memasukkan materi literasi digital, coding, dan kecerdasan buatan (AI) ke dalam kurikulum nasional sebagai mata pelajaran pilihan.

“Langkah ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga untuk membangun pemikiran komputasional dan pemahaman etika AI,” tegas Mu’ti, dalam keterangan tertulis yang diterima Infopublik, Sabtu (17/5/2025).

Ia menambahkan, teknologi informasi dan komunikasi (TIK) bukan hanya alat bantu pendidikan, tetapi juga dapat memperluas akses, mempersonalisasi pembelajaran, dan menghadirkan metode belajar yang berpusat pada murid.

Seluruh negara anggota APEC sepakat pentingnya berbagi praktik terbaik dalam penggunaan AI untuk pendidikan, mulai dari metode, konten pelajaran, hingga sistem asesmen. Forum juga akan melanjutkan diskusi terkait optimalisasi teknologi tersebut dalam proses pembelajaran.

Dengan semakin kuatnya arah pendidikan ke ranah digital, penguatan kapasitas tenaga pendidik menjadi kunci sukses implementasi. Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa BSKAP akan bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan serta Pendidikan Guru (GTKPG) untuk menyiapkan ekosistem pendukung transformasi ini.

“BSKAP menyiapkan konsep, GTK menyiapkan guru, dan Ditjen PDM memfasilitasi sekolah-sekolahnya,” ujar Toni.

Tujuannya adalah agar guru tidak hanya mampu menggunakan teknologi seperti AI, tetapi juga menciptakan suasana pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

Dengan kesepakatan yang tercipta, APEC semakin menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan masa depan yang berkualitas, setara, dan berbasis teknologi, untuk menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Konektivitas Jatim–Uzbekistan, Dukung Pengembangan Wisata Religi dan Ziarah

5 April 2026 - 11:59 WIB

HIKAM Karesidenan Kediri Konsolidasikan Peran Alumni Lewat Halal Bihalal, Teguhkan Komitmen Mengaji, Berdakwah, dan Berkhidmat untuk Umat

5 April 2026 - 05:45 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Talenta Murid Jatim Tembus Dunia, Perkuat Prestasi Lewat Ajang Kompetisi 2026

5 April 2026 - 02:14 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya