Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar Menko Pangan Soroti Peran Energi dalam Ketahanan Pangan Pemerintah Perkuat Peran Industri Lokal di Sektor Semikonduktor Momentum Koreksi IHSG untuk Perkuat Pasar Modal Indonesia

Daerah

Gubernur Khofifah Tinjau Layanan Post Mortem di RS Siti Hajar, Pastikan Kesiapsiagaan Tim Kemanusiaan

badge-check


Gubernur Khofifah Tinjau Layanan Post Mortem di RS Siti Hajar, Pastikan Kesiapsiagaan Tim Kemanusiaan Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjenguk para santri yang selamat dari musibah ambruknya mushala Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Kunjungan untuk memberi semangat sekaligus mendoakan kesembuhan para korban selamat tersebut dilakukan di RSUD R.T. Notopuro dan RS Islam Siti Hajar, Kamis (2/10).

Sejak hari pertama musibah, perhatian penuh diberikan Pemprov Jatim. Gubernur Khofifah bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak dan Sekdaprov Adhy Karyono melakukan pemantauan intensif 24 jam, baik pada proses evakuasi maupun perawatan korban di tiga rumah sakit rujukan: RSUD Notopuro, RS Islam Siti Hajar, dan RS Delta Surya.

Di RSUD RT Notopuro, Gubernur Khofifah bersama Menko PMK RI Pratikno menyapa langsung empat pasien selamat, yakni Haikal, Wahyu, Rosi, dan Al Fatih. Selain memberi semangat, ia juga mendengarkan cerita mereka yang menyentuh hati.

Ia mencontohkan Al Fatih yang merasa tidur selama 3 hari kemudian merasa ada yang mengetuk-ngetuk. "Ternyata selama 3 hari tertidur. Ketika dievakuasi baru sadar ada gedung yang ambruk. Lalu setelah dievakuasi dia meminta minum es," ungkapnya. 

Kisah lain datang dari Haikal yang sempat mendengar adzan setiap waktu sholat  dan langsung melaksanakan salat di tengah kondisi sulit. “Suasana hati mereka luar biasa kuat. Semoga semuanya segera pulih,” imbuh Khofifah.

Setelah dari RSUD RT Notopuro, Khofifah menjenguk pasien sekaligus meninjau lokasi Post Mortem di RS Islam Siti Hajar Sidoarjo. Ia meninjau kesiapan dan kesiapsiagaan dari seluruh layanan kemanusian di tengah kondisi saat ini.

"Kalau kemarin ada Posko Ante Mortem di Pondok, disini kita saksikan posko  Post Mortem di RS Siti Hajar Sidoarjo. Kita ingin melakukan monitoring, kesiapsiagaan semua layanan kita," ungkapnya. 

Pos tersebut terdiri atas kesiapan bed, tim DVI, Tim Inafis hingga Dokter Forensik. Meskipun, pada saat dicek ternyata masih diperlukan unit Mobil Cold Storage, Gubernur Khofifah memastikan bahwa Post Mortem di RS Islam Siti Hajar sudah siap.  Mobil cold storage disiapkan dua armada oleh Dinkes Jawa Timur.

"Disini telah siap   Tim DVI, Tim Inafis serta tim forensik. Jadi Insya Allah semuanya terintegrasi. Jika nantinya di jam yang sama terjadi overload pasien, maka akan disiapkan pula di RSU  Bhayangkara Surabaya," tuturnya. 

Dalam kesempatan itu, Khofifah mengabarkan bahwa  di RS. Siti Hajar terdapat tiga santri selamat dari musibah ambruknya musala yang dirawat. Satu santri masih dalam perawatan pascaoperasi, sementara dua lainnya sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing hari ini atau besok. Mereka adalah M. Roihan Shaka Nabil dan M. Alvin.

"Alhamdulillah dua santri sudah bisa kembali pulang. Insya Allah tetap semangat ya nak," pesannya.

 

Baca Lainnya

BNPB Pastikan Pemulihan Jalan Berjalan, Kesiapan Sekolah Jadi Prioritas

27 December 2025 - 04:15 WIB

Gubernur Khofifah Ajak Jawa Timur Menahan Euforia Kembang Api, Pilih Doa Bersama Sambut 2026 sebagai Simbol Solidaritas Kemanusiaan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem

26 December 2025 - 10:29 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Khofifah Sebut Festival TIK Jatim 2025 sebagai Mesin Penggerak Transformasi Pendidikan.

16 December 2025 - 03:45 WIB

Berita Populer di Daerah