Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Apresiasi Mega Science Center Jatim Park, Hadirkan Ruang Belajar Interaktif Berbasis AI dan STEM Dari Takziah hingga Pendampingan Pendidikan, Gubernur Khofifah Pastikan Keluarga Korban KM Virgo Mendapat Dukungan Gubernur Khofifah: Transportasi Publik Hubungkan Masyarakat dengan Peluang, Trans Jatim Digratiskan Saat Harhubnas Gubernur Khofifah Apresiasi Perjalanan SBY dari Pengabdian hingga Berkarya melalui Seni Lukis untuk Indonesia Gubernur Khofifah dan Unhan RI Perkuat Kerja Sama, Sinergikan Sains, Ketahanan Pangan, dan Mitigasi Bencana Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

Ekonomi & Bisnis

Kemandirian Pangan-Energi, Kunci Ketahanan Nasional

badge-check


Kemandirian Pangan-Energi, Kunci Ketahanan Nasional Perbesar

Jakarta — Presiden Republik Indonesia menegaskan bahwa kemandirian pangan dan energi merupakan fondasi utama bagi terwujudnya negara yang benar-benar merdeka, berdaulat, dan berdaya saing di tengah dinamika global. Tanpa kemandirian di dua sektor strategis tersebut, sebuah negara dinilai akan rentan terhadap tekanan eksternal dan ketergantungan pada pihak luar.

Presiden menekankan bahwa pangan dan energi tidak sekadar komoditas ekonomi, melainkan menyangkut hajat hidup orang banyak serta menentukan stabilitas sosial, ekonomi, dan politik nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan produksi dalam negeri, peningkatan efisiensi pengelolaan sumber daya, serta pengembangan teknologi untuk menjamin ketahanan jangka panjang.

“Kemandirian pangan dan energi adalah syarat mutlak bagi sebuah bangsa untuk berdiri tegak dan menentukan masa depannya sendiri,” tegas Presiden.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen bangsa—pemerintah pusat dan daerah, pelaku usaha, akademisi, serta masyarakat—untuk mewujudkan kemandirian tersebut. Pemerintah berkomitmen memperkuat sektor pertanian, peternakan, perikanan, dan industri energi agar mampu memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan.

Presiden menegaskan bahwa kebijakan kemandirian pangan dan energi sejalan dengan visi pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan struktur ekonomi nasional. Dengan produksi yang kuat dari dalam negeri, nilai tambah ekonomi diharapkan dapat dinikmati secara lebih merata oleh masyarakat.

Selain itu, penguatan kemandirian energi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber energi nasional, termasuk pengembangan energi baru dan terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga stabilitas pasokan energi, tetapi juga untuk mendukung transisi menuju pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Melalui penguatan kemandirian pangan dan energi, Presiden optimistis Indonesia mampu berdiri sejajar dengan negara-negara lain sebagai bangsa yang mandiri, tangguh, dan memiliki daya saing kuat di tengah tantangan serta ketidakpastian global.

 

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Terima Investor Dubai dan Tiongkok, Bahas Percepatan Pembangunan Kawasan Industri Bangkalan

14 September 2026 - 01:42 WIB

Gubernur Khofifah Paparkan Proyeksi Pendapatan Jatim Rp26,4 Triliun, Dorong Penguatan Fiskal dan Digitalisasi Pajak

13 September 2026 - 10:00 WIB

Tujuh Kali Misi Dagang Sepanjang 2026, Gubernur Khofifah Kembali Catat Transaksi Fantastis Rp2,5 Triliun

8 September 2026 - 12:26 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis