Aceh — Pemerintah memastikan ketersediaan stok beras di Provinsi Aceh berada dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan ke depan. Kondisi ini menunjukkan ketahanan dan swasembada pangan daerah masih terjaga dengan baik, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk potensi dampak bencana alam.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait secara berkala melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan distribusi beras guna menjaga stabilitas pasokan serta harga di pasaran. Stok beras yang tersedia saat ini dinilai memadai untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Aceh dalam jangka menengah.
Selain memastikan kecukupan cadangan beras, pemerintah juga memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog serta pemangku kepentingan lainnya untuk menjamin kelancaran distribusi, terutama ke wilayah-wilayah yang rawan bencana. Langkah antisipatif tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan pasokan apabila terjadi kondisi darurat.
Pemerintah Aceh menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan merupakan prioritas strategis, antara lain melalui peningkatan produksi pertanian lokal, optimalisasi distribusi, serta pengelolaan cadangan pangan yang terencana dan berkelanjutan.
Dengan stok beras yang aman dan sistem distribusi yang terjaga, pemerintah optimistis kebutuhan pangan masyarakat Aceh dapat terpenuhi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung stabilitas ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber: InfoPublik.id











