Menu

Dark Mode
BPKH Dorong Penguatan Riset Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi OJK Gandeng LPS dan BPS Perkuat Validitas SNLIK 2026 Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras bagi Jemaah Haji Kebijakan Fiskal Didorong untuk Revitalisasi Galangan Kapal Kemendes dan Kemenpar Kolaborasi Majukan Desa Wisata Gubernur Khofifah Dorong Tata Kelola RSUD Profesional dan Akuntabel Usai Raih Penghargaan WBBM PANRB

Sosial & Budaya

Kolaborasi RS Margono-UNS Diharapkan Percepat Produksi Dokter Spesialis

badge-check


Kolaborasi RS Margono-UNS Diharapkan Percepat Produksi Dokter Spesialis Perbesar

Jakarta – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia masih kekurangan tenaga dokter spesialis di berbagai daerah. Kondisi ini hanya dapat diatasi jika pusat pendidikan diperbanyak hingga ke kabupaten/kota.

Hal tersebut disampaikannya usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. Dr. Margono Soekarjo di Purwokerto dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Surakarta untuk penguatan RS Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU), Selasa (18/11/2025).

Penandatanganan ini sebagai langkah strategis mempercepat pemerataan dokter spesialis. Menurutnya, sentra pendidikan spesialis yang terbatas membuat peluang dokter daerah untuk masuk pendidikan menjadi sangat kecil.

“Semua dokter umum ingin jadi spesialis, tapi tempatnya sangat sedikit. Kita harus buka sampai 500 RSPPU. Inggris saja yang penduduknya lebih kecil punya lebih banyak pusat pendidikan,” kata Menkes Budi melalui keterangan resminya Rabu (19/11/2025).

Lanjutnya, Korea memiliki sekitar 300 sentra pendidikan spesialis, Inggris 600, sementara Indonesia hanya 26. Dengan menjadi RSPPU, RSUD Margono Soekarjo akan menjadi salah satu motor percepatan produksi dokter spesialis di Jawa Tengah.

Rumah sakit itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai RSPPU tahun 2025 dan menargetkan pembukaan program baru untuk penyakit dalam, bedah, anak, hingga bedah saraf.

“Diharapkan kolaborasi RS Margono–UNS menjadi contoh bagi daerah lain dalam memperluas akses pendidikan dokter spesialis. Kita harus mengejar ketertinggalan supaya semua daerah punya dokter spesialis yang cukup,” kata Menkes Budi.

Kerja sama ini mencakup peningkatan mutu akademik, pengembangan layanan rujukan, pelatihan, hingga pencegahan perundungan dalam pendidikan dokter spesialis.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Tata Kelola RSUD Profesional dan Akuntabel Usai Raih Penghargaan WBBM PANRB

12 February 2026 - 01:12 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Santri Siap Hadapi Era Digital Tanpa Tinggalkan Jati Diri Keislaman

11 February 2026 - 12:41 WIB

Gubernur Khofifah Instruksikan OPD Bergerak Cepat Lindungi Pasien Kronis dan Darurat

11 February 2026 - 07:30 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya