Jakarta, Petik – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menekankan pentingnya pengembangan ekonomi hijau yang inklusif sebagai strategi untuk memperluas kesempatan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai mampu menjawab tantangan perubahan iklim sambil membuka peluang kerja baru di berbagai sektor.
Menko Perekonomian menyampaikan bahwa transisi menuju ekonomi hijau harus dirancang agar memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Sektor-sektor seperti energi terbarukan, industri ramah lingkungan, serta praktik usaha berkelanjutan dinilai memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja.
Di samping menciptakan lapangan kerja, penguatan ekonomi hijau juga diyakini dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tengah tren global yang semakin menekankan prinsip keberlanjutan. Investasi pada sektor hijau diharapkan mendorong inovasi, meningkatkan efisiensi energi, dan menekan emisi karbon.
Pemerintah terus menyiapkan kebijakan dan insentif yang mendukung transformasi menuju ekonomi berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting untuk memastikan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Dengan mendorong ekonomi hijau yang inklusif, Menko Perekonomian optimistis Indonesia dapat memperluas peluang kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.



















