Menu

Dark Mode
Ancaman Kekeringan Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Ketidakpastian Global Gubernur Khofifah Dorong Sinergi TNI-Polri dalam Ketahanan Pangan, Paparkan Best Practice Jatim ke Peserta SESPIMTI BTN Percepat Proses Kredit dengan Transformasi Digital Gubernur khofifah tekankan kolaborasi pentahelix dalam musrenbang rkpd 2027 untuk percepatan kesejahteraan Dari Lampung Selatan, Halal Bihalal HIKAM Sumatra Teguhkan Silaturahim dan Pesan Keselamatan melalui Ibadah dan Cinta Ulama

Ekonomi & Bisnis

Menteri KP Trenggono: Boyolali Memiliki Potensi Besar di Sektor Perikanan

badge-check


Menteri KP Trenggono: Boyolali Memiliki Potensi Besar di Sektor Perikanan Perbesar

Jakarta – Menteri Kelautan dan Perikanan (Menteri KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan Boyolali memiliki potensi besar di sektor perikanan. Sinergi antara pemerintah daerah dan kampus diperlukan dalam menggeliatkan sektor perikanan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kampus Universitas Boyolali (UBY) yang menjadi icon pendidikan wilayah tersebut, diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia yang berakar pada potensi lokal, khususnya di sektor perikanan.

“Boyolali memiliki potensi besar di sektor perikanan. Ini saatnya UBY hadir sebagai mitra ilmiah, bukan hanya untuk pengembangan ilmu, tapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal,” ujar Sakti Wahyu Trenggono dalam ketgan tertulis yang diterima pada Selasa (15/4/2025).

Dalam pertemuan bersama Rektor UBY Nanik Sutarni dan Bupati Boyolali Agus Irawan pekan lalu, Menteri Trenggono mendorong UBY menyiapkan solusi atas persoalan perikanan di daerah, seperti penguatan pembibitan lele yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Sebagai sosok yang berasal dari Boyolali, Menteri Trenggono berkomitmen turut membangun potensi kampung halamannya melalui penguatan institusi pendidikan. Ia mendorong pengembangan laboratorium perikanan yang mampu mendukung inovasi pembibitan dan teknologi pakan yang berbasis riset kampus.

Menteri Trenggono juga menyarankan agar UBY tak hanya berjalan sendiri, melainkan memperkuat jejaring akademik dengan kampus-kampus besar seperti Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Universitas Gadjah Mada (UGM). Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka akses UBY ke sumber daya penelitian, pendanaan, dan pengembangan kapasitas.

Transformasi Kampus

Rektor UBY, Nanik Sutarni, menyambut baik dukungan Menteri Trenggono. Ia menyampaikan bahwa UBY tengah berproses untuk membentuk terobosan dalam pengembangan SDM unggul, namun membutuhkan dukungan dari pusat dan daerah.

“UBY siap bertransformasi menjadi kampus berbasis riset, baik di bidang perikanan, peternakan, maupun pertanian. Ia berharap, dukungan fasilitas laboratorium dari KKP dan Pemda Boyolali bisa mempercepat langkah tersebut,” kata Nanik.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menilai keberadaan UBY sebagai kekuatan baru dalam mendorong kemandirian daerah di sektor pangan dan perikanan. “Kita punya kampung lele, tapi pembibitannya masih dari luar. Ke depan, Boyolali harus punya pusat pembibitan sendiri, dan UBY bisa jadi ujung tombaknya,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, yang turut mendampingi Menteri Trenggono dalam kunjungan ini, menambahkan bahwa BPPSDM KP siap mendukung pengembangan kurikulum, pelatihan, dan peningkatan kompetensi di sektor kelautan dan perikanan, termasuk bila UBY mulai merintis program studi di bidang tersebut.

Baca Lainnya

Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

15 April 2026 - 02:36 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Sinergi TNI-Polri dalam Ketahanan Pangan, Paparkan Best Practice Jatim ke Peserta SESPIMTI

15 April 2026 - 01:40 WIB

BTN Percepat Proses Kredit dengan Transformasi Digital

15 April 2026 - 01:23 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis