Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas Pemprov Jatim, Kemenhut, dan BMKG Perkuat Penanganan Kekeringan Lewat OMC, Gubernur Khofifah: Kolaborasi Jadi Kunci Dari Beasiswa hingga Modal Usaha, Gubernur Khofifah Bersama BAZNAS Jatim Hadirkan Dukungan bagi Mustahik Gubernur Khofifah Turun Langsung Tangani Kekeringan Pasuruan, 45 Tandon dan 500 Jeriken Disalurkan Jangkau 118 Titik di Jatim, Gubernur Khofifah Konsisten Jaga Daya Beli dan Ketahanan Pangan Masyarakat Bantu Warga Hadapi Kemarau Ekstrem, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Air Bersih Tetap Terpenuhi

Sosial & Budaya

Ancaman Kekeringan Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

badge-check


Ancaman Kekeringan Meningkat, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi Perbesar

Jakarta, Petik — Pemerintah bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor untuk menghadapi musim kemarau 2026 yang diperkirakan lebih kering dari kondisi normal.

BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini akan datang lebih awal, berlangsung lebih lama, serta memiliki curah hujan yang lebih rendah di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memicu kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta gangguan pada sektor pertanian dan pasokan air bersih.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemerintah menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor terkait seperti pertanian, kehutanan, serta sumber daya air. Sinergi yang kuat dinilai menjadi kunci dalam mengurangi dampak musim kemarau ekstrem.

Selain itu, penguatan deteksi dini melalui pemantauan cuaca dan iklim juga menjadi perhatian utama. Informasi mengenai potensi kekeringan dan titik panas diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan kebijakan dan langkah mitigasi.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi penguatan fenomena El Nino pada paruh kedua 2026 yang dapat memperparah kondisi kekeringan. Oleh karena itu, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar risiko dapat diminimalkan.

Pemerintah juga mendorong kesiapan dalam pengelolaan sumber daya air, pencegahan karhutla, serta perlindungan sektor pertanian. Peran aktif masyarakat turut diperlukan, terutama dalam menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran lahan.

Dengan kesiapsiagaan yang terintegrasi, pemerintah optimistis dampak musim kemarau 2026 dapat ditekan sehingga aktivitas masyarakat dan stabilitas ekonomi tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Dorong Ketahanan Pangan di Tengah Kemarau, Harga Bahan Pokok di Lumbang Dipangkas

8 September 2026 - 01:07 WIB

Pemprov Jatim, Kemenhut, dan BMKG Perkuat Penanganan Kekeringan Lewat OMC, Gubernur Khofifah: Kolaborasi Jadi Kunci

7 September 2026 - 12:02 WIB

Dari Beasiswa hingga Modal Usaha, Gubernur Khofifah Bersama BAZNAS Jatim Hadirkan Dukungan bagi Mustahik

7 September 2026 - 09:29 WIB

Berita Populer di Sosial & Budaya