Menu

Dark Mode
BPKH Dorong Penguatan Riset Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi OJK Gandeng LPS dan BPS Perkuat Validitas SNLIK 2026 Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras bagi Jemaah Haji Kebijakan Fiskal Didorong untuk Revitalisasi Galangan Kapal Kemendes dan Kemenpar Kolaborasi Majukan Desa Wisata Gubernur Khofifah Dorong Tata Kelola RSUD Profesional dan Akuntabel Usai Raih Penghargaan WBBM PANRB

Ekonomi & Bisnis

Pasar Murah ke-106 Digelar di Dupak Surabaya, Gubernur Khofifah: Ini Bentuk Intervensi Stabilkan Harga Pangan

badge-check


Pasar Murah ke-106 Digelar di Dupak Surabaya, Gubernur Khofifah: Ini Bentuk Intervensi Stabilkan Harga Pangan Perbesar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) terus menggelar Pasar Murah untuk menjaga keterjangkauan logistik rumah tangga masyarakat. Kali ini, Pasar Murah ke-106 digelar di Jalan Gundih, area samping Dupak Grosir, Surabaya, Rabu (24/9).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung untuk memastikan harga bahan pokok yang dijual benar-benar lebih murah dibanding harga pasar maupun Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kita terus berkeliling Jawa Timur untuk memastikan keterjangkauan masyarakat terhadap pemenuhan logistik, terutama bahan pokok. Tujuannya agar kebutuhan rumah tangga mereka bisa terpenuhi dengan harga terjangkau,” ujar Khofifah.

Dalam pasar murah ini, masyarakat dapat membeli beras premium Rp14.000/kg atau Rp70.000/sak (lebih murah dibanding harga pasar Rp15.516/kg dan HET Rp14.900/kg) serta beras SPHP Rp11.000/kg atau Rp55.000/sak (lebih rendah dari HET Rp12.500/kg). Stok yang disediakan mencapai 500 kg beras premium dan 10 ton beras SPHP.

Selain itu, tersedia pula gula pasir Rp14.000/kg (stok 150 kg), MinyaKita Rp13.000/liter (stok 200 liter), telur ayam ras Rp22.000/kg (stok 100 kg), dan daging ayam Rp32.000/pack (stok 50 kg). Untuk kebutuhan dapur, bawang merah dijual Rp28.000/kg dan bawang putih Rp24.000/kg, lebih murah dibanding harga pasar di Surabaya. Tepung terigu juga tersedia Rp10.000/kg (stok 48 kg).

Khofifah menegaskan, Pasar Murah bukan hanya program rutin. Tetapi bentuk intervensi pemerintah untuk menstabilkan harga bahan pokok sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Pada dasarnya, kami ingin memberikan layanan pemenuhan logistik rumah tangga semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuan dan keterjangkauan masyarakat,” jelasnya.

Terkait harga daging ayam yang cenderung meningkat, Khofifah memastikan pemerintah segera melakukan langkah intervensi. Menurutnya, harga daging ayam yang naik dipicu oleh tingginya harga pakan.

Sementara itu, salah satu warga yang hadir di Pasar Murah, Sari, mengucapkan terima kasih atas diselenggarakannya Pasar Murah. Berbagai bahan pokok dijual lebih murah dibanding harga pasaran.

“Terima kasih Ibu Gubernur untuk Pasar Murahnya di tempat ini. Saya belanja telur, tepung, bawang putih, bawang merah. Kalau telur biasanya harga Rp. 27 ribu kalau di sini Rp. 22 ribu. Bawang merah bawang putih biasanya seperempat kg Rp. 10 ribu sama Rp. 12 ribu tapi disini bisa Rp. 7 ribu sama Rp. 6 ribu,” jelasnya. 

Sebagai informasi, target distribusi beras SPHP dari Kantor Bulog Cabang Surabaya sebesar 21.105 ton dengan realisasi sementara 6.194 ton atau 29,35 persen. Distribusi ini mencakup Kota Surabaya 2.941 ton, Kabupaten Sidoarjo 1.981 ton, serta Kabupaten Gresik 1.271 ton.
 

Baca Lainnya

BPKH Dorong Penguatan Riset Ekonomi Islam di Perguruan Tinggi

12 February 2026 - 07:27 WIB

OJK Gandeng LPS dan BPS Perkuat Validitas SNLIK 2026

12 February 2026 - 06:26 WIB

Pemerintah Pastikan Ketersediaan Beras bagi Jemaah Haji

12 February 2026 - 04:19 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis