Menu

Dark Mode
Dari Lamongan, HIKAM Pantura Teguhkan Komitmen Alumni sebagai Penggerak Dakwah dan Agen Kemanfaatan Sosial Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal IKA Unitomo Jadi Ruang Konsolidasi Alumni untuk Perkuat Jejaring dan Kolaborasi Nasional Halal Bihalal IKA Unitomo 2026 Sukses Digelar, Ratusan Alumni Bersatu Perkuat Sinergi dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat dan Bangsa Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah ke-59 di 2026, Upaya Nyata Jaga Daya Beli di Tengah Gejolak Global Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Pemprov dan BPN, Percepat Sertifikasi Tanah untuk Cegah Konflik Agraria Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

Politik & Pemerintahan

Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global

badge-check


Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global Perbesar

Jakarta, Petik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten dalam menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik dan ketegangan geopolitik yang semakin rumit. Tekanan global ini mengharuskan negara-negara untuk tetap waspada, namun berhati-hati dalam menjaga kedaulatan dan hubungan internasional mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada acara peresmian sejumlah program infrastruktur nasional yang disiarkan secara hibrida dari Bogor, Jawa Barat. Presiden menekankan bahwa Indonesia memilih untuk tidak berpihak kepada blok kekuatan manapun dan menolak untuk terlibat dalam aliansi militer yang dapat memperburuk ketegangan global. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga kebijakan luar negeri yang independen sambil menjalin hubungan yang baik dengan seluruh negara di dunia.

Presiden juga menyampaikan bahwa eskalasi konflik di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, menjadi indikasi bahwa situasi global saat ini sangat dinamis dan penuh tantangan. Indonesia menyadari dampak dari ketegangan tersebut, namun tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif dalam diplomasi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengutamakan kepentingan nasional, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan antarbangsa. Indonesia menghormati semua negara, tanpa membedakan ukuran atau kekuatan, dan menjunjung tinggi hak setiap bangsa untuk membuat keputusan secara independen. Kebijakan ini sejalan dengan filosofi diplomasi Indonesia yang telah dikenal di dunia internasional.

Melalui pendekatan ini, Indonesia berupaya menjaga kedekatan diplomatik sambil tetap teguh pada prinsip nonblok, sehingga dapat berkontribusi secara konstruktif dalam penyelesaian konflik dan ketegangan global melalui jalur diplomasi.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Satgas PKH Perkuat Pengelolaan SDA dan Penyelamatan Aset

11 April 2026 - 01:02 WIB

Gubernur Khofifah Dorong Kolaborasi Jatim–RRT di Sektor Industri Energi Bersih dan SDM, Sekaligus Perluas Akses Investasi

8 April 2026 - 01:33 WIB

Gubernur Khofifah Tegaskan LKPJ 2025 Penuhi Regulasi, Perkuat Sinergi Eksekutif dan Legislatif

6 April 2026 - 11:51 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan