Menu

Dark Mode
Pelabuhan Hijau dan Cerdas Perkuat Daya Saing Logistik, Gubernur Khofifah Nyatakan Kesiapan Jawa Timur Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi Gubernur Khofifah Apresiasi Dukungan DPRD, Pengelolaan APBD Jatim 2025 Dinilai Transparan dan Akuntabel Pengukuhan MUI Jawa Timur Jadi Momentum Penguatan Sinergi Ulama dan Umara, Gubernur Khofifah Soroti Tantangan Sosial di Era Digital Gubernur Khofifah Sebut Salak Madu Wonoagung Berpotensi Menjadi Ikon Hortikultura Jawa Timur dengan Prospek Pasar yang Menjanjikan Gubernur Khofifah Ingatkan Siswa Tidak Takut Melapor Jika Mengalami Kekerasan, Perundungan, maupun Kekerasan di Ruang Digital

Politik & Pemerintahan

Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global

badge-check


Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global Perbesar

Jakarta, Petik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten dalam menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik dan ketegangan geopolitik yang semakin rumit. Tekanan global ini mengharuskan negara-negara untuk tetap waspada, namun berhati-hati dalam menjaga kedaulatan dan hubungan internasional mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada acara peresmian sejumlah program infrastruktur nasional yang disiarkan secara hibrida dari Bogor, Jawa Barat. Presiden menekankan bahwa Indonesia memilih untuk tidak berpihak kepada blok kekuatan manapun dan menolak untuk terlibat dalam aliansi militer yang dapat memperburuk ketegangan global. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga kebijakan luar negeri yang independen sambil menjalin hubungan yang baik dengan seluruh negara di dunia.

Presiden juga menyampaikan bahwa eskalasi konflik di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, menjadi indikasi bahwa situasi global saat ini sangat dinamis dan penuh tantangan. Indonesia menyadari dampak dari ketegangan tersebut, namun tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif dalam diplomasi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengutamakan kepentingan nasional, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan antarbangsa. Indonesia menghormati semua negara, tanpa membedakan ukuran atau kekuatan, dan menjunjung tinggi hak setiap bangsa untuk membuat keputusan secara independen. Kebijakan ini sejalan dengan filosofi diplomasi Indonesia yang telah dikenal di dunia internasional.

Melalui pendekatan ini, Indonesia berupaya menjaga kedekatan diplomatik sambil tetap teguh pada prinsip nonblok, sehingga dapat berkontribusi secara konstruktif dalam penyelesaian konflik dan ketegangan global melalui jalur diplomasi.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Lantik Enam Pejabat Baru, Gubernur Khofifah Dorong Percepatan Digitalisasi dan Penguatan Integritas Birokrasi

15 July 2026 - 01:49 WIB

Gubernur Khofifah: Keberhasilan Birokrasi Diukur dari Manfaat Nyata yang Dirasakan Masyarakat melalui Pelayanan Publik Berkualitas

2 July 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Khofifah Sebut Kepemimpinan Tidak Cukup Administratif, tetapi Harus Mampu Menginspirasi dan Membangun Kesadaran Masyarakat

26 June 2026 - 03:58 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan