Menu

Dark Mode
Puluhan Ribu Warga Padati Masjid Al-Akbar, Lepas Sambut 1 Muharram 1448 H Bersama Gubernur Khofifah Pemprov Jatim Tegaskan Peserta yang Mengikuti Prosedur Jalan Sehat Telah Menerima Kupon dan Paket Makanan Peringati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Gubernur Khofifah Dorong Budaya Tolong-Menolong sebagai Fondasi Kesalehan Sosial Sambut 1 Muharram 1448 H, Gubernur Khofifah Gelar Jalan Sehat dan Siapkan 20 Ribu Kupon Doorprize untuk Masyarakat Investor Global Berebut Masuk Indonesia, Presiden Dorong Keterbukaan Data untuk Perkuat Kepercayaan Pasar Pemerintah Nilai Program MBG Efektif Tingkatkan Perputaran Ekonomi Melalui UMKM Daerah

Politik & Pemerintahan

Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global

badge-check


Politik Bebas-Aktif RI Jadi Pilar Diplomasi di Era Ketidakpastian Global Perbesar

Jakarta, Petik – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia akan terus konsisten dalam menjalankan kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, meskipun dunia saat ini tengah menghadapi tekanan akibat konflik dan ketegangan geopolitik yang semakin rumit. Tekanan global ini mengharuskan negara-negara untuk tetap waspada, namun berhati-hati dalam menjaga kedaulatan dan hubungan internasional mereka.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada acara peresmian sejumlah program infrastruktur nasional yang disiarkan secara hibrida dari Bogor, Jawa Barat. Presiden menekankan bahwa Indonesia memilih untuk tidak berpihak kepada blok kekuatan manapun dan menolak untuk terlibat dalam aliansi militer yang dapat memperburuk ketegangan global. Pendekatan ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjaga kebijakan luar negeri yang independen sambil menjalin hubungan yang baik dengan seluruh negara di dunia.

Presiden juga menyampaikan bahwa eskalasi konflik di berbagai wilayah, termasuk Timur Tengah, menjadi indikasi bahwa situasi global saat ini sangat dinamis dan penuh tantangan. Indonesia menyadari dampak dari ketegangan tersebut, namun tetap berpegang pada prinsip bebas dan aktif dalam diplomasi. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya mengutamakan kepentingan nasional, tetapi juga berperan dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.

Lebih lanjut, Presiden menambahkan bahwa prinsip politik luar negeri bebas aktif juga mencerminkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan antarbangsa. Indonesia menghormati semua negara, tanpa membedakan ukuran atau kekuatan, dan menjunjung tinggi hak setiap bangsa untuk membuat keputusan secara independen. Kebijakan ini sejalan dengan filosofi diplomasi Indonesia yang telah dikenal di dunia internasional.

Melalui pendekatan ini, Indonesia berupaya menjaga kedekatan diplomatik sambil tetap teguh pada prinsip nonblok, sehingga dapat berkontribusi secara konstruktif dalam penyelesaian konflik dan ketegangan global melalui jalur diplomasi.

📌 Sumber Berita : Infopublik.id

Baca Lainnya

Delegasi Saint Petersburg Rusia Kunjungi Jawa Timur, Khofifah Optimistis Kerja Sama Berdampak pada Ekonomi dan SDM

13 June 2026 - 02:23 WIB

Gubernur Khofifah: Momentum Hari Lingkungan Hidup Harus Perkuat Perubahan Perilaku Masyarakat

6 June 2026 - 09:00 WIB

Presiden Perkuat Konsolidasi Nasional Lewat Program MBG untuk Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045

4 June 2026 - 01:09 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan