Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Komunikasi dan Ruang Aman Pesantren, Halaqah Santri Digital Jatim 2026 Siapkan Deklarasi Bersama Sinergi Pentahelix, Halaqah Santri Digital 2026 Jombang Fokus Cegah Perundungan di Pesantren Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Silaturahmi Harakiyah Bersama Kodam V/Brawijaya Libatkan 102 Perusahaan, Gubernur Khofifah Dorong Pencari Kerja Hadiri Job Fair Inklusif 2026 HIKAM Siapkan Apresiasi Kinerja Pengurus Daerah pada Haul ke-5 Abah Yai Djamal Biro Adpim Jatim dan DSC Siap Gelar Halaqah Santri Digital 2026 di Jombang

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global

badge-check


Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global Perbesar

Jakarta – Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai menjadi momentum penting yang menunjukkan Indonesia makin diperhitungkan di dunia internasional.

Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik global yang kian kompleks.

“Posisi Indonesia ini kemungkinan akan dijadikan sebagai alat untuk meredam sejumlah konflik internasional,” di terima Senin (22/9/2025).

Menurutnya, Presiden Prabowo diperkirakan akan menggunakan strategi diplomasi middle power yang tidak ekstrem, melainkan memosisikan Indonesia sebagai penghubung di tengah dinamika global. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok.

“Indonesia lebih tepat mengambil peran sebagai bridging nation, penghubung di tengah situasi global yang semrawut saat ini. Itu langkah yang bijak,” ujarnya.

Alem menambahkan, sejak sebelum menjabat sebagai presiden, Prabowo telah dikenal luas di dunia internasional sehingga kehadirannya di forum global bukanlah hal yang mengejutkan. Justru, pidato di PBB kali ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

“Secara kapabilitas, Prabowo sudah lama menjadi bagian dari narasi global. Pidato ini adalah momentum yang tepat bagi Indonesia, karena saat ini posisi kita semakin diperhitungkan,” jelasnya.

Ia juga menilai kehadiran Indonesia pada forum internasional semakin relevan di tengah isu Palestina dan solusi dua negara yang kembali menjadi sorotan dunia.

Dalam konteks itu, Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam mendorong penyelesaian damai tanpa harus berpihak secara ekstrem.

Lebih lanjut, Alem menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang bijak. Dengan posisi berbicara di urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, pidato Prabowo diyakini akan menjadi sorotan media internasional dan memiliki dampak diplomatik yang signifikan.

“Momentum ini sangat menguntungkan. Dengan retorika yang tepat, pidato Presiden bisa memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah, bijak, dan konsisten memperjuangkan perdamaian global,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah dan Kapolda Jatim Bertemu di Grahadi, Bahas Stabilitas Keamanan dan Kesejahteraan Warga

24 October 2026 - 02:13 WIB

Soroti Serapan 24,46 Juta Pekerja Jatim, Gubernur Khofifah Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri Besutan Kapolri

17 October 2026 - 12:11 WIB

Gubernur Khofifah Sambut Kembalinya Dua Putra Daerah Jatim dalam Acara Kenal Pamit Kapolda di Surabaya

14 October 2026 - 07:07 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan