Menu

Dark Mode
Ibu Yuliati Kukuhkan Kepengurusan Dekranasda Jombang Periode 2025–2030 Hari Radio Sedunia 2026, Gubernur Khofifah Soroti Peran AI dan Integritas Penyiaran Gubernur Khofifah Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Swedia di Sektor Transportasi dan Energi BAZNAS Jombang Ikut Semarakkan Tradisi Grebek Apem Lapangan Kerja dan Keberlanjutan Jadi Fokus Ekonomi Hijau Anak di Ruang Siber Perlu Dukungan Generasi Muda

Politik & Pemerintahan

Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global

badge-check


Presiden Prabowo Pidato di PBB, Pengamat: Indonesia Dipandang Mampu Jadi Penengah Konflik Global Perbesar

Jakarta – Pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dinilai menjadi momentum penting yang menunjukkan Indonesia makin diperhitungkan di dunia internasional.

Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik global yang kian kompleks.

“Posisi Indonesia ini kemungkinan akan dijadikan sebagai alat untuk meredam sejumlah konflik internasional,” di terima Senin (22/9/2025).

Menurutnya, Presiden Prabowo diperkirakan akan menggunakan strategi diplomasi middle power yang tidak ekstrem, melainkan memosisikan Indonesia sebagai penghubung di tengah dinamika global. Hal ini sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan nonblok.

“Indonesia lebih tepat mengambil peran sebagai bridging nation, penghubung di tengah situasi global yang semrawut saat ini. Itu langkah yang bijak,” ujarnya.

Alem menambahkan, sejak sebelum menjabat sebagai presiden, Prabowo telah dikenal luas di dunia internasional sehingga kehadirannya di forum global bukanlah hal yang mengejutkan. Justru, pidato di PBB kali ini dapat menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.

“Secara kapabilitas, Prabowo sudah lama menjadi bagian dari narasi global. Pidato ini adalah momentum yang tepat bagi Indonesia, karena saat ini posisi kita semakin diperhitungkan,” jelasnya.

Ia juga menilai kehadiran Indonesia pada forum internasional semakin relevan di tengah isu Palestina dan solusi dua negara yang kembali menjadi sorotan dunia.

Dalam konteks itu, Indonesia berpotensi memainkan peran penting dalam mendorong penyelesaian damai tanpa harus berpihak secara ekstrem.

Lebih lanjut, Alem menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang bijak. Dengan posisi berbicara di urutan ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, pidato Prabowo diyakini akan menjadi sorotan media internasional dan memiliki dampak diplomatik yang signifikan.

“Momentum ini sangat menguntungkan. Dengan retorika yang tepat, pidato Presiden bisa memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah, bijak, dan konsisten memperjuangkan perdamaian global,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Swedia di Sektor Transportasi dan Energi

13 February 2026 - 06:13 WIB

Presiden dan Apindo Bahas Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi

11 February 2026 - 06:32 WIB

Gubernur Khofifah: Ketahanan Pangan Bukan Isu Sederhana, Integrasi Matra TNI Jadi Kunci Kedaulatan Nasional

10 February 2026 - 10:41 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan