Jakarta, Petik — Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren guna memperluas jangkauan program prioritas nasional dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Upaya ini dilakukan agar para santri memperoleh asupan makanan bergizi yang cukup, sehingga dapat menunjang kesehatan, meningkatkan konsentrasi belajar, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan. Pesantren dinilai memiliki peran penting karena jumlah santri yang besar dan tersebar di berbagai wilayah.
Percepatan program dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas sektor, melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pengelola pesantren. Kolaborasi ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur, distribusi makanan, serta pengelolaan program berjalan optimal.
Selain itu, pemerintah mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal dalam pelaksanaan MBG. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas gizi santri, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Program MBG merupakan salah satu prioritas nasional untuk meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Pemerintah menargetkan program ini dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat, termasuk di sektor pendidikan keagamaan.
Dalam pelaksanaannya, pengawasan terhadap kualitas makanan, standar gizi, dan tata kelola program juga terus diperkuat agar pelaksanaan tetap sesuai ketentuan serta berkelanjutan.
Melalui percepatan ini, pemerintah optimistis MBG di pesantren dapat memberikan manfaat yang lebih luas, sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan generasi muda Indonesia.



















