Malang, Petik — Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di Kota Malang mendapat tanggapan positif dari para siswa. Metode ini dinilai mampu meningkatkan antusiasme sekaligus memberikan pengalaman makan yang lebih baik di sekolah.
Kegiatan uji coba berlangsung di MIN 2 Kota Malang dengan melibatkan lebih dari seribu siswa. Berbeda dari sebelumnya, siswa kini mengambil makanan sendiri dari meja prasmanan, bukan lagi menerima paket siap saji.
Sistem ini memiliki sejumlah keunggulan, seperti makanan yang lebih hangat dan segar, serta kebebasan bagi siswa dalam menentukan porsi sesuai kebutuhan. Dampaknya, selera makan meningkat dan potensi sisa makanan dapat ditekan.
Selain itu, metode prasmanan juga membantu melatih kemandirian siswa. Mereka belajar tertib saat antre, memilih menu, dan menyesuaikan porsi, sehingga suasana makan menjadi lebih interaktif dan menyenangkan.
Dari sisi gizi, makanan yang disediakan telah memenuhi standar dengan komposisi karbohidrat, protein, sayur, dan buah. Pemerintah tetap melakukan pengawasan untuk memastikan kebersihan, keamanan, dan keseimbangan nutrisi.
Namun, masih ada hal yang perlu dievaluasi, terutama terkait pengaturan waktu antre agar tidak mengganggu jam belajar. Hal ini menjadi perhatian untuk perbaikan ke depan.
Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan terus mengkaji hasil uji coba ini sebelum diterapkan secara lebih luas. Program MBG dengan sistem prasmanan diharapkan menjadi inovasi dalam meningkatkan kualitas gizi siswa sekaligus mendukung proses belajar yang lebih optimal.




















