Menu

Dark Mode
Menpora Tekankan Kolaborasi untuk Tingkatkan Prestasi Atlet Ramadan Jadi Waktu Tepat Terapkan Gaya Hidup Ramah Lingkungan Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan PKH Plus, Disabilitas, dan Kemiskinan Ekstrem Kinerja Fiskal Solid, Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Stabil BPKH Jaga Keberlanjutan Dana Haji dengan Penguatan Investasi Layanan Darurat 110 Jadi Andalan Polri Saat Mudik Lebaran 2026

Ekonomi & Bisnis

Tekan Angka Kecelakaan, Ditjen Hubdat Gelar Bimtek dan Kompetisi Pengemudi Angkutan Barang

badge-check


Tekan Angka Kecelakaan, Ditjen Hubdat Gelar Bimtek dan Kompetisi Pengemudi Angkutan Barang Perbesar

Bogor – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan meluncurkan langkah baru untuk menekan angka kecelakaan di sektor angkutan barang dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Kompetisi Pengemudi Perusahaan Angkutan Barang Umum di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan, Bogor, Jawa Barat, Rabu (24/9/2025).

Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Bambang Siswoyo, menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi pengemudi sebagai bagian dari upaya menekan fatalitas kecelakaan. “Perkembangan industri angkutan barang berperan penting bagi perekonomian, tetapi juga membawa risiko kecelakaan yang berdampak serius, baik material maupun non-material, serta mengancam keselamatan pengguna jalan lain,” ujarnya.

Data Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) pada 2024 menunjukkan sekitar 80 persen kecelakaan truk dipicu faktor kelelahan pengemudi. Karena itu, Bambang menekankan manajemen perusahaan harus disiplin mengatur jam kerja. “Kelelahan adalah penyebab utama. Kami terus mengingatkan perusahaan agar patuh pada aturan jam kerja supaya potensi kecelakaan bisa ditekan,” tambahnya.

Selain itu, Bambang Siswoyo mengingatkan risiko kendaraan yang membawa muatan berlebih. “Truk over dimensi dan over load bukan hanya berbahaya, tapi juga menimbulkan kemacetan di ruas jalan hingga pelabuhan,” tegasnya.

Melalui bimtek ini, pengemudi dibekali keterampilan teknis, mulai dari pengecekan kendaraan sebelum beroperasi, klasifikasi barang, keterampilan mengemudi defensif, hingga langkah menghadapi situasi darurat. “Tujuan utamanya adalah meningkatkan kemampuan pengemudi agar sadar risiko, tanggap aturan, dan mampu mengutamakan keselamatan,” jelas Bambang.

Kasubdit Diseminasi dan Kemitraan Keselamatan Ditjen Hubdat, Ardono, melaporkan sebanyak 32 pengemudi dari 32 perusahaan angkutan barang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Pelatihan berlangsung selama dua hari bekerja sama dengan PT Gaya Makmur Mobil dan PT Peduli Lestari Indonesia. “Materi diberikan langsung oleh instruktur berpengalaman, termasuk Ketua Sub Komite Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildani, serta instruktur dari mitra industri,” kata Ardono.

Berbeda dari tahun sebelumnya, bimtek kali ini dilengkapi kompetisi keterampilan mengemudi truk. Kompetisi ini menjadi sarana evaluasi sekaligus pembelajaran bagi pengemudi.

Kegiatan turut dihadiri Presiden Direktur PT Gaya Makmur Mobil Frankie Makaminang, Direktur Utama PT Peduli Lestari Indonesia Maya Lukita, serta perwakilan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor.

Ditjen Hubdat berharap program ini mampu menjadi model pembinaan berkelanjutan untuk menekan angka kecelakaan dan memperkuat budaya keselamatan di industri angkutan barang.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Serahkan Bantuan PKH Plus, Disabilitas, dan Kemiskinan Ekstrem

13 March 2026 - 05:50 WIB

Kinerja Fiskal Solid, Ekonomi Indonesia Dinilai Tetap Stabil

13 March 2026 - 04:22 WIB

BPKH Jaga Keberlanjutan Dana Haji dengan Penguatan Investasi

13 March 2026 - 02:56 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis