Magelang, Petik — Pemerintah bersama Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) terus memperkuat koordinasi dalam persiapan perayaan Waisak 2026 agar berlangsung tertib, lancar, dan memberikan manfaat sosial bagi masyarakat.
Koordinasi dilakukan secara intensif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga organisasi keagamaan. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian kegiatan Waisak terselenggara secara terpadu dan sesuai rencana nasional.
Perayaan Waisak tidak hanya dimaknai sebagai seremoni keagamaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial. Oleh karena itu, berbagai kegiatan dirancang agar memberi dampak langsung, seperti aksi sosial dan pelayanan masyarakat.
WALUBI menyatakan komitmennya untuk menjaga kelancaran dan ketertiban acara, sekaligus memperkuat kontribusi umat Buddha dalam kehidupan berbangsa. Sinergi dengan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan penyelenggaraan yang aman, nyaman, dan bermanfaat.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendukung kelancaran kegiatan, termasuk pengaturan keamanan, transportasi, dan fasilitas pendukung lainnya. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas penyelenggaraan Waisak secara nasional.
Perayaan Waisak 2026 akan dipusatkan di kawasan Candi Borobudur, Magelang, yang selama ini menjadi lokasi utama perayaan Waisak di Indonesia.
Dengan persiapan yang matang, pemerintah dan WALUBI optimistis perayaan Waisak 2026 tidak hanya sukses secara pelaksanaan, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Indonesia.



















