Menu ✖

Dark Mode
Wujudkan Pendidikan Inklusif, Gubernur Khofifah Sabet Anugerah Adhiwidya PNFI Indonesia 2026 Gubernur Khofifah Gelar Baksos dan Kucurkan Bansos Rp19,631 Miliar di Kraksaan Probolinggo Bersama Tokoh Dunia, Gubernur Khofifah Anugerahi Fatima Al-Fihriya Award 2026 di Surabaya Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat Majalah Prasetya Bawa Biro Adpim Jatim Raih Gold Winner InMA SPS Awards 2026 di Samarinda Kirim 505 Sekolah Terbanyak, Jatim Disabet Penghargaan ImagiNation 2026 dan Dipuji Gubernur Khofifah

Ekonomi & Bisnis

Pengamat: Penurunan Angka Pengangguran Jadi Kabar Positif

badge-check


Pengamat: Penurunan Angka Pengangguran Jadi Kabar Positif Perbesar

Dekan Fakultas Ekonomi dan  Bisnis Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang, Banten, Asep Ferry Bastian, mengatakan  penurunan tingkat pengangguran menjadi 4,76 persen berdasarkan data Badan Pusta Statistik (BPS) 2025  merupakan kabar positif.

Menurut Asep, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar kerja kita mulai pulih dan menunjukkan resiliensi, terutama pascapandemi dan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Menurut Asep, secara umum ada perbaikan kondisi ketenakerjaan  terutama dari sisi kuantitas serapan tenaga kerja.

“Tapi secara kualitas, kita masih punya pekerjaan rumah. Tingkat pekerja informal masih tinggi, dan sebagian besar tenaga kerja kita masih berada di sektor-sektor dengan produktivitas rendah, jadi perbaikannya belum merata,” kata Asep kepada InfoPublik, Jumat (9/5/2025).
Asep menegaskan, pemerintah perlu memperkuat pelatihan vokasi, reformasi ketenagakerjaan, dan kebijakan industri yang pro-lapangan kerja berkualitas.

Sedangkan untuk pertumbuhan ekonomi, Indonesia masih berpeluang untuk meningkatkan pertumbuhan, asalkan kita mampu menjaga stabilitas makro dan memperkuat permintaan domestik.

“Sektor konsumsi rumah tangga dan investasi swasta perlu terus didorong. Selain itu, pemerintah juga harus responsif terhadap dinamika global seperti gejolak harga komoditas dan suku bunga internasional, sembari mempercepat hilirisasi industri dan transisi energi,” katanya.

Asep menambahkan,  dibanding negara tetangga, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong solid dan stabil.

“Misalnya, pertumbuhan Indonesia masih berada di atas Singapura yang lebih terdampak kondisi global karena struktur ekonominya yang terbuka,” katanya.

Sedangkan  dibandingkan Vietnam dan Malaysia, Indonesia unggul dalam hal pasar domestik yang besar dan daya tahan konsumsi masyarakat.

“Namun , dari sisi investasi dan produktivitas, kita masih perlu mengejar ketertinggalan. Reformasi struktural harus terus dilanjutkan agar daya saing kita meningkat,” katanya.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai bahwa kondisi lapangan kerja di Indonesia hingga Februari 2025 yang menunjukkan kinerja solid sejak Februari 2024 mencerminkan kekuatan kolektif dari berbagai kebijakan ketenagakerjaan lintas kementerian dan lembaga.

Pada periode yang sama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,76 persen, menjadi yang terendah sejak krisis 1998, dengan penambahan lapangan kerja signifikan yakni bagi 3,59 juta orang.

Hal itu disampaikan Yassierli melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Rabu (7/5/2025).

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah: Pertumbuhan Ekonomi Jatim 5,83 Persen Harus Dirasakan Seluruh Lapisan Masyarakat

7 November 2026 - 03:06 WIB

Gubernur Khofifah Sediakan Pangan Murah di Desa Jatiadi demi Jaga Daya Beli Warga

5 November 2026 - 11:42 WIB

Hasil Misi Dagang Makassar Rp5,693 Triliun, Gubernur Khofifah Tegaskan Pentingnya Tumbuh Bersama

5 November 2026 - 01:50 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis