Menu

Dark Mode
HIKAM Madiun Raya Konsolidasikan Ukhuwah melalui Halal Bihalal, Perkuat Peran Keluarga dalam Mencetak Generasi “Bener” Gubernur Khofifah Imbau Kepala Daerah Tinjau Langsung Pelaksanaan MBG, Pastikan Distribusi dan Kualitas Layanan Terjaga Kemendikdasmen Optimalkan Teknologi di Sekolah 3T Sertifikat Wakaf Diserahkan, Kepastian Hukum Rumah Ibadah Diperkuat Pembaruan Data Pertanahan Dukung Tata Ruang yang Lebih Akurat Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru RSU Muslimat, Perkuat Sinergi NU dan Pemerintah di Sektor Kesehatan

Ekonomi & Bisnis

Presiden akan Percepat Hilirisasi Nasional, Investasi Diprediksi Capai USD45 Miliar

badge-check


Presiden akan Percepat Hilirisasi Nasional, Investasi Diprediksi Capai USD45 Miliar Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memimpin rapat yang membahas percepatan pelaksanaan proyek hilirisasi nasional yang mencakup berbagai sektor strategis. Rapat tersebut menandai komitmen pemerintah dalam menindaklanjuti program prioritas hilirisasi yang menjadi fokus utama kepemimpinan nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam keterangannya usai pertemuan menyampaikan bahwa nilai total investasi dari proyek-proyek hilirisasi ini diperkirakan mencapai hampir USD45 miliar dan akan segera memasuki tahap groundbreaking mulai Juni 2025.

“Ini proyek prioritas Presiden. Sudah kami bahas detail bersama Satgas, Kementerian Investasi, dan kementerian teknis terkait lainnya,” ujar Bahlil, dalam keterangannya Jumat (23/5/2025).

Proyek yang akan direalisasikan meliputi hilirisasi nikel, bauksit, serta pembangunan refinery dan fasilitas penyimpanan energi. Tak hanya itu, sektor perikanan, pertanian, perkebunan, dan kehutanan juga termasuk dalam lingkup pengembangan. Fokus utama lainnya adalah pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik, sebagai bagian dari agenda transisi energi nasional.

“Kita mau membangun ekosistem baterai untuk motor, karena saat ini ada sekitar 140 juta sepeda motor di Indonesia. Ini bisa jadi solusi substitusi bahan bakar minyak,” jelas Bahlil.

Terkait pendanaan, proyek hilirisasi ini akan didukung pembiayaan oleh entitas nasional, Danantara, dengan tetap memastikan mayoritas kepemilikan berada di tangan negara.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, ini adalah proyek merah putih. Mayoritas saham akan tetap dipegang oleh negara,” tegas Menteri ESDM. (BPMI Setpres)

Baca Lainnya

Sertifikat Wakaf Diserahkan, Kepastian Hukum Rumah Ibadah Diperkuat

4 April 2026 - 04:09 WIB

Pembaruan Data Pertanahan Dukung Tata Ruang yang Lebih Akurat

4 April 2026 - 04:05 WIB

LPS Percepat Pembayaran Klaim Simpanan Nasabah

4 April 2026 - 00:25 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis