Menu

Dark Mode
Kado Kemerdekaan dari Pemprov Jatim, Gubernur Khofifah Gratiskan Trans Jatim pada 17 Agustus Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Nganjuk, Perkuat Pengendalian Inflasi dan Jaga Daya Beli Masyarakat Perkuat Pangan, Respons Cepat, dan Pembangunan SDM, Gubernur Khofifah Selaraskan Kebijakan Jatim dengan Arahan Presiden Prabowo Gubernur Khofifah Gaungkan Kembali Seruan Perdamaian di Harlah ke-80 Muslimat NU Kalbar Peringatan Hari Pramuka ke-65, Gubernur Khofifah Tekankan Pentingnya Regenerasi Pelaku Pertanian Jembatan Perintis Garuda Genjeng Hubungkan 40 Desa, Gubernur Khofifah Optimistis Mobilitas Warga Makin Lancar

Ekonomi & Bisnis

Menteri ATR/BPN Ajak Alumni PMII Manfaatkan Reforma Agraria untuk Pemerataan dan Ekonomi Umat

badge-check


Menteri ATR/BPN Ajak Alumni PMII Manfaatkan Reforma Agraria untuk Pemerataan dan Ekonomi Umat Perbesar

Jakarta — Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mengajak alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan keadilan sosial, pemerataan, dan kesinambungan ekonomi melalui pemanfaatan program Reforma Agraria, terutama pada pemanfaatan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Ajakan ini disampaikan Nusron saat menjadi pembicara pada acara Pengukuhan dan Orientasi Nasional Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII (PB IKA-PMII) yang digelar di Jakarta, Minggu (13/7/2025).

“Prinsip kesinambungan ekonomi berarti apa yang sudah ada jangan dimatikan. Sedangkan prinsip keadilan dan pemerataan, jika ada sesuatu yang baru, jangan diberikan kepada mereka yang sudah mendapat sebelumnya,” ujar Nusron.

Dari total 55,9 juta hektare tanah yang telah terpetakan dan bersertifikat, Menteri Nusron menyebut masih terdapat sekitar 1,4 juta hektare tanah telantar yang berstatus sebagai TORA dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Tanah ini bisa dimanfaatkan siapa pun yang punya kepentingan untuk masyarakat, baik untuk pendidikan maupun pemberdayaan ekonomi. Daripada tidak dimanfaatkan, ayo kita manfaatkan,” ucapnya.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menegaskan, peluang ini terbuka lebar bagi semua kelompok masyarakat, termasuk alumni PMII, NU, Muhammadiyah, dan elemen sipil lainnya, selama pemanfaatannya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

Menteri Nusron menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat dan pemerintah daerah, terutama dalam pengajuan pemanfaatan tanah reforma agraria. Dalam hal ini, pemerintah pusat menetapkan objek tanah, sementara kepala daerah selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang menentukan siapa saja penerima manfaatnya.

“Bupati dan wali kota adalah pihak yang tahu persis siapa masyarakat yang layak menerima tanah. Maka penting menjalin kerja sama dan komunikasi,” imbuhnya.

Terkait pemanfaatan TORA, Menteri ATR/BPN juga menegaskan bahwa penggunaan tanah tetap harus merujuk pada tata ruang yang berlaku.

“Kalau mau bangun pondok pesantren, maka harus cari tanah yang zona tata ruangnya adalah permukiman atau industri. Kalau zona pertanian, tidak boleh untuk bangun pesantren. Tapi bisa dibangun koperasi pondok pesantren,” jelasnya.

Hal ini, menurut Nusron, penting untuk menjaga ketertiban tata ruang nasional dan keberlanjutan pembangunan berlandaskan rencana penggunaan lahan yang sah.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh nasional, di antaranya: KH Said Aqil Siradj, Mustasyar PBNU, Fathan Subchi, Ketua Umum PB IKA-PMII, Cucun Ahmad Syamsurijal, Wakil Ketua DPR RI, tokoh-tokoh alumni PMII dari berbagai provinsi

Para tokoh ini menyambut baik arahan Menteri Nusron dan menyatakan siap mendukung kebijakan reforma agraria agar lebih inklusif dan produktif

Baca Lainnya

Perkuat Perdagangan Antarwilayah, Gubernur Khofifah Catatkan Transaksi Rp2,529 Triliun Bersama Kalimantan Barat

11 August 2026 - 12:38 WIB

Gubernur Khofifah Pastikan Intervensi Harga Pangan Berkelanjutan, Pasar Murah Disambut Antusias Warga Pasuruan

8 August 2026 - 11:13 WIB

Kunjungan Armada Angkatan Laut RRT ke Surabaya, Gubernur Khofifah Bahas Potensi Kerja Sama Teknologi Maritim

6 August 2026 - 07:02 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis