Menu

Dark Mode
Kemendikdasmen Siapkan Skema Penataan Guru Non-ASN demi Menjamin Kualitas Pendidikan Nasional KPK Tekankan Pencegahan Korupsi dalam Pelaksanaan Program Strategis Sekolah Rakyat Kemenhut Sebut Perempuan Berperan Penting dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Literasi Digital Kemenkeu Pastikan Tidak Ada Pengampunan Pajak Baru demi Menjaga Kepercayaan Wajib Pajak Gubernur Khofifah Perkuat Teaching Factory dan Sertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan SMK Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Jadi Fokus Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional

Politik & Pemerintahan

Kunjungan Presiden Ramaphosa Tonggak Baru Kemitraan Strategis Indonesia-Afrika Selatan

badge-check


Kunjungan Presiden Ramaphosa Tonggak Baru Kemitraan Strategis Indonesia-Afrika Selatan Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Republik Afrika Selatan, Matamela Cyril Ramaphosa, ke Indonesia.

Hakl itu disampaikan Presiden Prabowo dalam keterangan pers usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Presiden Prabowo menyebut kunjungan tersebut sebagai tonggak penting dalam mempererat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis antara kedua negara. “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Presiden Ramaphosa dan delegasinya atas kehormatan luar biasa mengunjungi Indonesia. Afrika Selatan merupakan pemimpin penting di dunia, dan kita memiliki sejarah panjang bersama dalam perjuangan melawan kolonialisme dan dalam memperjuangkan kebebasan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat perjuangan rakyat Afrika Selatan dalam melawan sistem apartheid. Ia menilai kekuatan, idealisme, dan keberanian rakyat Afrika Selatan merupakan inspirasi bagi bangsa Indonesia. “Kami mengagumi kekuatan, idealisme, dan keberanian rakyat Afrika Selatan dalam melawan ketidakadilan dan apartheid. Kunjungan ini merupakan momentum penting bagi hubungan kita,” lanjutnya.

Dalam pertemuan bilateral, kedua kepala negara membahas berbagai isu strategis, khususnya kerja sama ekonomi. Presiden Prabowo mencatat adanya peningkatan signifikan dalam nilai perdagangan Indonesia–Afrika Selatan dalam lima tahun terakhir. Namun, masih terdapat peluang besar untuk memperluas dan menyeimbangkan kerja sama tersebut. “Kami ingin mengambil langkah-langkah menuju perjanjian perdagangan preferensial atau perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, khususnya di tengah ketidakpastian ekonomi global,” jelas Prabowo.

Selain ekonomi, kedua pemimpin juga menyoroti pentingnya percepatan implementasi perjanjian kerja sama pertahanan yang telah ditandatangani pada 2023. Bidang lain yang menjadi perhatian adalah pertanian, energi, ilmu pengetahuan, dan pendidikan.

Presiden Prabowo menyatakan kesiapannya mengirimkan delegasi teknis Indonesia untuk merancang program-program konkret di sektor-sektor strategis tersebut. “Kami akan mengirimkan tim teknis Indonesia, seperti yang diminta oleh Presiden Afrika Selatan, untuk membahas program-program konkret di bidang yang bisa segera dikembangkan,” katanya.

Presiden Prabowo juga menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Afrika Selatan dalam Presidensi G20 tahun 2025. Ia memastikan kehadirannya dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pemimpin G20 di Johannesburg bulan depan. “Kami yakin bahwa kepemimpinan Afrika Selatan akan membawa arah baru menuju tatanan ekonomi global yang lebih inklusif dan adil,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Presiden Prabowo kembali menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kunjungan Presiden Ramaphosa. Ia menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat kemitraan strategis dengan Afrika Selatan ke depan. “Kami berkomitmen untuk memajukan kemitraan strategis antara Indonesia dan Afrika Selatan,” pungkasnya.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Ajak LKS di Jatim Perkuat Gotong Royong dan Kesetiakawanan Sosial

10 May 2026 - 01:00 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran Buruh Rokok dalam Menjaga Perekonomian Jatim melalui Program BLT DBHCHT 2026

9 May 2026 - 10:39 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Instalasi Karantina Terpadu di Sidoarjo untuk Pangkas Dwelling Time dan Biaya Logistik

9 May 2026 - 02:00 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis