Menu

Dark Mode
Bantuan Beras BAZNAS Jombang Dukung Ketahanan Pangan Industri AMDK Jadi Penopang Stabilitas Ekonomi Nasional Gubernur Khofifah Perkuat Konektivitas Perdagangan Jatim–Jateng lewat Misi Dagang Bernilai Rp3,152 Triliun di Semarang Gubernur Khofifah Pastikan 453 Ribu Dosis Vaksin PMK Didistribusikan ke Seluruh Daerah demi Ketahanan Peternakan Jatim Sekjen Kemkomdigi: Agentic AI Strategis untuk Kebijakan Publik Presisi TKA 2026 Jadi Instrumen Evaluasi Pendidikan Dasar

Politik & Pemerintahan

Gubernur Khofifah Apresiasi Kepemimpinan Singapura, Jajaki Peluang Kerja Sama Baru dalam Sektor Publik dan Swasta

badge-check


Gubernur Khofifah Apresiasi Kepemimpinan Singapura, Jajaki Peluang Kerja Sama Baru dalam Sektor Publik dan Swasta Perbesar

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bertemu dengan Senior Minister (SM) Singapura Lee Hsien Loong, Rabu (12/11). Pertemuan ini dalam rangka Program Rising Fellowship dengan tujuan membangun hubungan kerjasama antara Singapura dengan provinsi-provinsi di Indonesia.

Khofifah menjelaskan selama di Singapura, ia akan bertemu dengan berbagai pemangku kebijakan hingga pihak swasta untuk membahas hal-hal strategis yang bisa memberi dampak positif bagi warga Jawa Timur.

"Kami bersyukur dan bahagia menerima program Rising Fellowship dari pemerintah Singapura. Program ini bertujuan untuk  membina hubungan yang lebih erat antara Pemerintah Singapura dengan para pemimpin daerah di Indonesia," kata Khofifah dalam keterangannya di tengah tengah kunjungan kerja RISING Fellowship di Singapura,  Kamis (13/11/2025).

"Selama di Singapura, kami akan melakukan pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan sektor publik dan swasta dalam kerja sama kami dengan Pemerintah Singapura," tambahnya.

Secara khusus Khofifah menyampaikan terima kasih kepada Lee Hsien Loong yang sangat terbuka untuk melakukan diskusi demi kemajuan Jawa Timur. Banyak hal yang dibahas Khofifah dengan Lee, mulai pendidikan hingga persoalan sosial di masyarakat.

"Sangat berterima kasih kami diterima langsung oleh Senior Minister Lee Hsien Loong dan berdiskusi berbagai hal strategis untuk pembangungan di Jawa Timur. Mulai pendidikan, kesehatan, investasi serta berbagai persoalan sosial kemasyarakatan," bebernya.

Saat ini, Khofifah mengungkap ada sebanyak 32 perwakilan Jawa Timur di bidang pendidikan yang tengah mendapat pelatihan dari Program Rising Fellowship.

"Saat ini juga sedang berjalan pelatihan kepala sekolah dan guru produktif SMA dan SMK di Jawa Timur sebanyak 30 orang ditambah dua orang yaitu dari Kepala Dinas Pendidikan Jatim dan Kepala Cabang Pendidikan Malang," bebernya.

"Seminggu sebelumnya Pemprov Jatim juga mengirim direktur rumah sakit serta kepala dinas investasi untuk mengikuti training. Program ini semua juga dalam kerangka RISING Fellowship. Kami merasakan berbagai program dalam RISING Fellowship ini sangat besar manfaatnya bagi Jawa Timur," tambahnya.

Khofifah menyampaikan apresiasi terhadap Program Rising Fellowship. Tak lupa dirinya menyampaikan terima kasih kepada Duta Besar Singapura Untuk Indonesia HE. Kwook Fook Seng yang telah membantu akses selaman program ini berlangsung.

"Terimakasih atas kerjasama yang baik ini, Terimakasih kepada Dubes RI untuk Singapura YM. Bapak Suryopratomo yang telah membantu kelancaran kegiatan kami selama di Singapura. Kami berharap program ini  akan membuka peluang  baru untuk kolaborasi lebih lanjut dan kemajuan bersama," tandasnya.

Sebagaimana diketahui, Program RISING Fellowship diluncurkan pada tahun 2018 oleh Perdana Menteri Singapura HE. Lee Hsien Loong bersama Presiden Indonesia Joko Widodo. Program ini bertujuan untuk membangun jembatan antara Singapura dan provinsi-provinsi di Indonesia.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Optimistis Sinergi KPID Jatim dan Pemda Perkuat Penyiaran Publik Jelang Piala Dunia 2026

28 January 2026 - 08:13 WIB

Penertiban Lahan dan Tambang Ilegal Ditegaskan Presiden di WEF

23 January 2026 - 03:44 WIB

Gubernur Khofifah: MoU Lintas Lembaga Jadi Fondasi Kepastian Hukum dan Perlindungan Keluarga di Jawa Timur

22 January 2026 - 10:21 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan