Menu

Dark Mode
Gubernur Khofifah Perkuat Teaching Factory dan Sertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Lulusan SMK Pencegahan Kekerasan Seksual di Kampus Jadi Fokus Penguatan Pendidikan Tinggi Nasional Negara Hadir Perkuat Ekosistem Pendidikan Ramah Anak Melalui Budaya Sekolah Aman Gubernur Khofifah Dorong Hilirisasi Inovasi BRIN untuk Perkuat Ekonomi dan Layanan Publik Pemerintah Perkuat Perlindungan dan Kesejahteraan Guru Non-ASN lewat Kebijakan Baru Pendidikan Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Tanah Ulayat dari Ancaman Sengketa dan Klaim Sepihak

Ekonomi & Bisnis

Hadapi Dominasi Asing, STFC Pilih Jalan Kolaborasi untuk Harmonisasi Kebijakan Logistik

badge-check


Hadapi Dominasi Asing, STFC Pilih Jalan Kolaborasi untuk Harmonisasi Kebijakan Logistik Perbesar

Tangerang – Menyongsong tantangan industri logistik yang kian kompleks, Soekarno Hatta Trade Facilitation Committee (STFC) mencanangkan visi baru yang berlandaskan kolaborasi menyeluruh antara regulator dan pelaku usaha.

Andrianto Soedjarwo, Ketua Umum STFC 2025 yang baru saja terpilih untuk periode 2025-2028 menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi strategis untuk menghadapi realitas baru persaingan global di ekosistem Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam Pemilihan Ketua Umum Soekarno Hatta Trade Facilitation Committee yang berlangsung ketat, Andrianto menyisihkan dua kandidat lainnya dan berhasil memenangkan kepercayaan mayoritas anggota.

Kemenangan itu mengukuhkan komitmennya untuk melanjutkan dan mengembangkan program strategis yang berfokus pada penguatan sinergi di sektor Kolaborasi Logistik Bandara Soekarno-Hatta.

“Kami memandang fenomena masuknya Tantangan Pemain Asing di Industri Logistik Indonesia bukan sebagai ancaman, melainkan peluang emas untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan,” tegas Andrianto dalam konferensi pers di Hotel Sheraton Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa dalam dua dekade terakhir, lanskap industri logistik bandara telah mengalami transformasi signifikan dengan hadirnya pemain asing yang membawa profesionalitas dan standar operasi baru.

Menghadapi realitas itu, Visi STFC Harmonisasi Kebijakan Perdagangan menjadi semakin krusial. Andrianto menyoroti beberapa Regulasi Pemeriksaan Impor 100 persen Bea Cukai yang berpotensi mempengaruhi efisiensi logistik.

“Kebijakan pemeriksaan impor 100 persen jika tidak dikelola dengan baik berisiko memperpanjang Dwelling Time Impor Bandara Soekarno-Hatta dan meningkatkan biaya logistik secara keseluruhan. STFC aktif berdialog dengan Bea Cukai untuk mencari formulasi yang tepat antara keamanan dan efisiensi,” paparnya.

Dengan dibukanya Investasi Asing Sektor Logistik 2025 hingga 100 persen, Andrianto melihat perlunya pendekatan baru dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan pemain lokal dan asing.

STFC akan berperan sebagai jembatan komunikasi yang memfasilitasi dialog konstruktif antara regulator dan seluruh pelaku usaha, sekaligus menjadi wadah untuk menyelesaikan berbagai permasalahan operasional di lapangan.

“Visi kami jelas: menciptakan ekosistem logistik yang aman, komunikatif, dan terintegrasi. STFC harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperlancar arus barang nasional, sekaligus menjaga daya saing industri logistik Indonesia di kancah global,” tandas Andrianto penuh optimisme.

Transformasi menuju model kolaborasi ini diharapkan dapat menguatkan pondasi STFC dan membuat organisasi ini semakin relevan serta berperan nyata dalam memajukan logistik nasional, khususnya di Bandara Soekarno-Hatta sebagai gerbang perdagangan internasional Indonesia.

Baca Lainnya

Pemerintah Tegaskan Komitmen Lindungi Tanah Ulayat dari Ancaman Sengketa dan Klaim Sepihak

11 May 2026 - 00:31 WIB

Gubernur Khofifah Apresiasi Peran Buruh Rokok dalam Menjaga Perekonomian Jatim melalui Program BLT DBHCHT 2026

9 May 2026 - 10:39 WIB

Gubernur Khofifah Resmikan Instalasi Karantina Terpadu di Sidoarjo untuk Pangkas Dwelling Time dan Biaya Logistik

9 May 2026 - 02:00 WIB

Berita Populer di Ekonomi & Bisnis