Menu

Dark Mode
PERHUMAS Surabaya Raya Gelar Sharing Session, Bahas Tantangan Humas Membangun Trust di Era Digital Gubernur Khofifah Kembali Hadirkan Pasar Murah, Sediakan 10 Komoditas Pangan Strategis di Mojokerto Gubernur Khofifah dan Presiden Prabowo Hadiri Peringatan 100 Tahun Gontor, Apresiasi Kontribusi Pendidikan Pesantren bagi Bangsa Pemprov Jatim Salurkan Air Bersih dan Sarana Penampungan, Gubernur Khofifah Perkuat Mitigasi Kekeringan Sholat Istisqa’ Dipimpin Syaikh Muhammad Fadhil Al Jailani, Gubernur Khofifah Mohon Hujan Rahmat untuk Jatim Pasar Murah Hadir di Desa Kedungdung Sampang, Gubernur Khofifah Pastikan Kebutuhan Pokok Terjangkau

Politik & Pemerintahan

DPR Setujui Anggaran Kemendikdasmen 2026 untuk Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan

badge-check


DPR Setujui Anggaran Kemendikdasmen 2026 untuk Perkuat Akses dan Mutu Pendidikan Perbesar

Jakarta — Komisi X DPR RI menyetujui Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) 2026 dalam rapat kerja bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Jakarta.

Persetujuan ini menjadi langkah strategis untuk mempercepat pemerataan akses pendidikan dan peningkatan mutu pembelajaran di seluruh Indonesia.

Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi kepada Komisi X DPR RI atas dukungan penuh terhadap usulan perubahan RKA Kemendikdasmen 2026. Ia menegaskan bahwa program kerja kementerian selaras dengan visi Presiden 2025–2029 melalui Rencana Strategis (Renstra) Kemendikdasmen, yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua dengan Partisipasi Semesta.”

“Dengan dukungan Komisi X, kami semakin percaya diri memperkuat kebijakan pendidikan yang adil, berkualitas, dan relevan, serta membentuk jati diri bangsa yang kokoh berdasarkan nilai-nilai luhur Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti, dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (6/9/2025).

Mendikdasmen menegaskan dukungan penuh terhadap tema kerja pemerintah 2026 dengan lima program prioritas: Pertama, percepatan wajib belajar 13 tahun, Kedua, peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran, Ketiga, penguatan kesejahteraan, kualitas, dan profesionalisme guru serta tenaga kependidikan.

Sedangkan Keempat, penguatan pendidikan vokasi dan Kelima, pemajuan kebahasaan dan kesastraan.

Program tersebut diproyeksikan mendorong pemerataan akses pendidikan dari perkotaan hingga wilayah 3T, sekaligus menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap transformasi sosial-ekonomi nasional.

Seluruh fraksi menyatakan dukungan terhadap RKA Kemendikdasmen 2026 dengan catatan strategis masing-masing. Seperti Fraksi PDI Perjuangan melalui Mercy Chriesty Barends menekankan pentingnya pengawasan program Digitalisasi Sekolah di daerah 3T, serta mendorong alokasi tambahan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) di jenjang PAUD.

Sedangkan, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) lewat Reni Astuti menyoroti kebutuhan perhatian lebih pada pendidikan inklusi serta kesejahteraan tenaga pendidikan non-guru, seperti penjaga sekolah dan staf pendukung.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Esti Wijayati, menutup rapat dengan menegaskan persetujuan DPR atas pagu anggaran Kemendikdasmen dalam RAPBN 2026 termasuk usulan tambahan anggaran.

Untuk itu, ia meminta Kemendikdasmen menjadikan masukan Komisi X sebagai rujukan dalam penyusunan kebijakan tahun depan.

“Komisi X DPR RI akan terus mendukung kebijakan pendidikan nasional agar sejalan dengan kebutuhan bangsa dan harapan masyarakat,” tutur Esti.

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Usulkan Penguatan Kebijakan LP2B, Pastikan Ketahanan Pangan dan Industrialisasi Berjalan Beriringan

15 September 2026 - 10:27 WIB

Perkuat Ekonomi dan Produktivitas Masyarakat, Gubernur Khofifah Tekankan Optimalisasi P-APBD 2026

4 September 2026 - 11:54 WIB

Kabiro Adpim Jatim: Humas Pemerintah Tak Cukup Menyampaikan Informasi, Harus Membangun Kepercayaan Publik

21 August 2026 - 04:09 WIB

Berita Populer di Politik & Pemerintahan