SIDOARJO, 11 APRIL 2026 – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus melindungi daya beli masyarakat melalui penyelenggaraan program Pasar Murah di berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
Hingga saat ini, pelaksanaan Pasar Murah telah mencapai titik ke-59 sepanjang tahun 2026. Kegiatan terbaru digelar di halaman Kantor Desa Sedatiagung, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (8/4) sore, dan disambut antusias oleh masyarakat setempat.
Gubernur Khofifah mengatakan, kehadiran pemerintah melalui intervensi pasar menjadi langkah strategis guna memastikan masyarakat tetap dapat mengakses bahan pokok dengan harga terjangkau.
“Di tengah ketidakpastian geopolitik global berimplikasi pada fluktuasi harga pangan. Karena itu, kami hadir melalui pasar murah sebagai ikhtiar menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujarnya.
Menurut Khofifah, konsistensi penyelenggaraan Pasar Murah merupakan bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang terintegrasi dengan penguatan ketahanan pangan. Upaya ini bertujuan menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga di tingkat masyarakat.
Sementara dalam Pasar Murah kali ini, berbagai komoditas bahan pokok disediakan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000/kg, beras medium SPHP Rp11.000/kg hingga minyak goreng Minyakita Rp13.000/liter.
Kemudian telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, tepung terigu Rp10.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, paket cabai Rp5.000 per 200 gram, serta daging ayam ras Rp30.000 per kemasan.
Khofifah pun memastikan stok pangan di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Distribusi juga terus diperkuat untuk mencegah disparitas harga antarwilayah.
“Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pasokan. Kami pastikan stok aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali,” tegasnya.
Lebih lanjut, Khofifah menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah di tengah berbagai tantangan global.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak serta tidak melakukan _panic buying_, mengingat ketersediaan bahan pokok di Jawa Timur dalam kondisi cukup dan terjaga.
“Upaya ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan global,” pungkasnya.





















